Washington, LiputanIslam.com–Agen perbatasan AS sekali lagi menembakkan gas air mata untuk menghalangi imigran dari negara-negara Amerika Tengah, termasuk Meksiko.

Media Associated Press (AP) melaporkan pada Selasa (1/1) bahwa petugas Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai (CBP) telah meluncurkan setidaknya tiga tembakan gas air mata ke wilayah Meksiko di perbatasan dekat pantai Tijuana.

Serangan pada awal tahun baru ini dilaporkan telah mempengaruhi banyak keluarga imigran yang berusaha masuk ke AS dengan karavan dari Honduras.

Reuters melaporkan, awan gas berbahaya dapat terlihat di sekitar pagar perbatasan.

Foto-foto yang dirilis Reuters memperlihatkan para imigran berusaha berlindung di tengah awan tebal gas air mata yang mengelilingi mereka. Mereka juga terlihat menangis kesakitan karena terkena gas.

Menurut laporan, sebanyak 25 imigran, termasuk dua anak di bawah umur, ditahan oleh petugas pada hari itu.

Insiden ini terjadi tak lama setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump dikecam karena memerintahkan penembakan gas air mata ke para imigran, termasuk ibu dan dan balita.

Namun, Trump membela tindakan tersebut dengan mengklaim petugas perbatasan AS “dikejar oleh beberapa orang [imigran] yang kuat.”

Presiden ke-45 Negeri Paman Sam itu juga mengklaim gas tersebut “sangat aman” untuk dipakai kepada manusia. (ra/press)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*