nyoman winataDenpasar, LiputanIslam.com — Saat Schapelle Corby, si ratu marijuana dari Australia, menjalani hari-hari penuh kegembiraan setelah dibebaskan dari tahanan, seorang laki-laki yang menangkap Corby 9 tahun lalu, dilanda kekecewaan.

I Gusti Ngurah Nyoman Winata, petugas Bea Cukai yang menangkap Corby, saat diwawancarai media Australia, news.com.au pada 6 Februari 2014 mengungkapkan kekecewaannya saat membeberkan kisah penangkapan Corby yang membawa 4 kg mariyuana di Bandara Ngurah Rai.

“Saya merasa kecewa dengan keputusan tersebut. Seseorang yang terlibat kasus narkoba seharusnya dihukum seberat-beratnya,” ujar Winata.

Sebagai petugas Bea Cukai yang kerap berhubungan dengan kasus seperti ini, Winata mengaku tidak setuju apabila Corby dibebaskan begitu saja.

“Kami yang bekerja di Bea Cukai adalah pihak pertama yang ditemui orang seperti mereka (Corby) di bandara. Semua rekan saya selalu berharap orang-orang yang membawa narkotika ke Indonesia mendapatkan hukuman maksimal,” tutur dia.

Pada 8 Oktober 2004, Winata yang saat itu sedang bertugas melihat sesuatu berbentuk tanaman dari tas milik Corby saat melewati pemeriksaan X-ray. Pada saat itu dia tidak serta-merta memberi tanda pada tas tersebut namun memutuskan untuk mengikuti si pemilik tas dan meminta wanita tersebut untuk menunjukkan isinya.

Apa yang terjadi kemudian menjadi sebuah pemberitaan hebat kala itu. Sebuah tas plastik seukuran bantal berisi marijuana ditemukan di dalam tas tersebut, yang belakangan dituduhkan Corby sebagai sebuah kebohongan.

“Saya tidak berbohong,” ucapnya saat pemberitaan menyebutkan bahwa kesaksiannya palsu.

“Apa untungnya bagi saya untuk berbohong,” tanya Winata kemudian.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL