al-NimrRiyadh, LiputanIslam.com – Vonis mati terhadap ulama Syiah di Arab Saudi, Syeikh Nimr Baqir al-Nimr, menuai kecaman.  Baqee Organization (BO), membuat petisi di Change.org dan mengajak masyarakat untuk menolak vonis tersebut.

“Bangkitlah orang-orang yang memiliki hati nurani, dan mari desak Arab Saudi untuk segera membebaskan al-Nimr. Ia telah dipenjara selama dua tahun tanpa perawatan medis. Ia telah ditembak dan disiksa secara sistematis oleh Rezim Saudi yang brutal,” tulisnya.

Petisi ini ditujukan kepada Ban Ki-moon (Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa) , John Kerry (Menteri Luar Negeri Amerika Serikat),  Presiden Amerika Serikat , Senat Amerika Serikat,  Liga Arab, Departemen Hak Asasi Manusia , Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dan berbagai instansi lainnya.

Dikutip dari Irib, aparat keamanan Saudi pada 8 Juli 2012 mengejar kendaraan yang ditumpangi Syeikh Al- Nimr dan melepaskan tembakan ke arahnya, akibatnya ia terluka dan setelah itu ditangkap.

Menurut BO, Syeikh Al-Nimr adalah sosok yang lantang membela kaum minoritas, melawan ketidak-adilan di wilayahnya terhadap tirani Rezim Saudi, karena itu, demi Hak Asasi Manusia, BO mengajak masyarakat untuk turut mendandatangani petisi, sebagai perlawanan terhadap kejahatan kemanusiaan.

“Kami mendukung Hak Asasi Manusia dan mohon rakyat Amerika untuk menandatangani petisi ini, dan mengirim pesan yang jelas kepada rezim tirani Arab Saudi bahwa kita tidak akan berdiam diri dan membiarkan kejahatan kemanusiaan ini  terjadi,” tutupnya.

Sebelumnya, kelompok perlawanan Hizbullah, Lebanon, juga telah memperingatkan atas dikeluarkannya vonis tidak adil oleh lembaga peradilan Arab Saudi terhadap Syeikh al-Nimr. Hizbullah menegaskan bahwa dijatuhkannya vonis ini akan merugikan hubungan Islam dan memperburuk kondisi kawasan.

Irib melaporkan, dalam pernyataan yang dirilis Rabu, 13 Agustus 2014, Hizbullah meminta Pemerintah Saudi untuk membatalkan proses hukum terhadap Syeikh Al-Nimr.

Dari rilis resmi Hizbullah, diungkapkan bahwa Syeikh Al-Nimr terus ditahan oleh Rezim Saudi padahal ia hanya melakukan aktivitas-aktivitas politik biasa. Tentunya, hal ini merupakan hak setiap orang, termasuk ulama. Menjelaskan sikap adalah hak dasar setiap orang yang ditegaskan oleh aturan internasional dan syariat agama.

Di sisi lain, Syeikh Al-Nimr telah menyampaikan pembelaannya, menolak seluruh tuduhan yang ditujukan kepadanya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL