solar impulse2Nagoya, LiputanIslam.com — Pesawat terbang bertenaga matahari yang tengah berupaya memecahkan rekor keliling dunia, ‘Solar Impulse’, terpaksa harus menunda rencananya melintasi Samudra Pasifik akibat cuaca yang buruk.

Setelah menempuh perjalanan selama 36 jam dari rencana melintasi Samudra Pasifik dari Cina menuju Hawaii, yang diperkirakan memakan waktu 6 hari, pesawat tersebut mendarat darurat di Nagoya, Jepang. Kini tim penerbangan harus menunggu cuaca membaik sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kami bukan orang-orang nekad, kami adalah penjelajah,” kata Bertrand Piccard, pimpinan misi penerbangan di Monaco, seperti dilansir BBC News, Senin (1/5).

“Kami harus menempatkan keselamatan di atas prioritas lainnya,” tambahnya.

Sampai saat ini ‘Solar Impulse’ yang digerakkan dengan 17.000 solar sel, telah menyelesaikan 6 tahapan, dimulai dari Abu Dhabi pada tanggal 9 Maret lalu, hingga Nanjing tanggal 21 April. Tahapan antara Nanjing sampai Kalaeloa, Hawaii sejauh 8.200 km merupakan tahapan terpanjang dan paling menantang.

Sebelumnya tim telah menunggu berhari-hari di Cina hingga cuaca mendukung. Pesawat pun kembali mengudara pada hari Sabtu (30/5) sebelum mendarat darurat di Jepang.

Selain membutuhkan udara yang bebas dari angin kencang, terutama yang melawan arah, “Solar Impulse” juga membutuhkan udara yang cerah tanpa awan, agar solar sel tetap terisi cukup energi sehingga tetap bisa terbang pada malam hari.

Penundaan yang lebih lama bisa mengancam keseluruhan misi karena diperkirakan pada Agustus mendatang akan banyak terjadi badai di atas Samudra Atlantik, tantangan terbesar misi setelah Samudra Pasifik.

“Solar Impulse” dipiloti oleh Andre Borschberg dari Swiss.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL