f5 tigerYamman, LiputanIslam.com — Pesawat-pesawat tempur Yordania dikerahkan untuk membom kendaraan-kendaraan militer pemberontak Suriah di perbatasan, hari Rabu (16/4). Menurut berbagai sumber, pemberotak yang diserang Yordania tersebut berasal dari kelompok Al-Nusra Front yang bertanggungjawab atas aksi serangan di pos penjagaan Nasib pada hari Selasa (15/4).

“Selama 3 bulan terakhir, serangan-serangan militer Yordania terhadap posisi-posisi pemberontak Suriah di perbatasan terus meningkat,” kata seorang sumber keamanan Suriah sebagaimana dikutip Al-Akhbar, Kamis (17/4).

“Ada lebih dari 10 kali insiden dalam beberapa bulan terakhir dimana militer Yordania membunuh pemberontak bersenjata yang kembali ke Yordania,” tambah sumber tersebut.

Insiden tersebut, menurut laporan Al Akhbar, merupakan bentuk dari “kesepakatan rahasia” antara Yordania dan Suriah sejak April tahun lalu, untuk menjaga wilayah perbatasan kedua negara dari infiltrasi pemberontak.

“Menjaga perbatasan tersebut terbuka menguntungkan Yordania, negara-negara Teluk dan Barat, Suriah yang terakhir diuntungkan. Maka terjadi kesepakatan tidak tertulis antara kedua negara dan kelompok-kelompok pendukungnya untuk membiarkan truk-truk pengangkut berjalan, namun perbatasan ditutup dari pelintas,” tambah sumber tersebut.

Akhir-akhir ini kelompok Al Nusra berusaha menguasai pos perbatasan di Nasib dan Sweida, sebagai balasan atas serangan militer Suriah terhadap pemberontak di Provinsi Daraa.

“Unit-unit mortar Al-Nusra Front di Daraa berhasil menghantam pos penjagaan di Nasib dengan beberapa tembakan mortir,” kata Sami al-Araidi, tokoh al-Nusra Front di Daraa di akun Twitter-nya.

Serangan itu menyusul pernyataan Al-Nusra Front, hari Senin (14/4) yang mengancam akan melakukan serangan terhadap posisi-posisi militer Suriah di Sweida dan Nasib sebagai balasan atas serangan militer terhadap posisi pemberontak di Daraa. Serangan hari Selasa itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun melukai beberapa prajurit Suriah. Serangan juga dilaporkan terjadi di pos Sweida, namun tidak menimbulkan kerusakan berarti ataupun korban jiwa.

“Serangan udara Yordania kemarin adalah peringatan kepada para pemberontak atas “kesepakatan tak tertulis” di Suriah selatan, khususnya terkait dengan keberadaan pos penjagaan Nasib,” tulis Al Akhbar lagi.

Kematian Perwira Tinggi Suriah
Sementara itu sebuah insiden penembakan di Damaskus, tgl 13 April, telah menewaskan Brigjen Samir al-Sheikh. Ia ditembak dari jarak dekat dengan menggunakan pistol berperedam suara. Belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas pembunuhan itu.

Jendral al-Sheikh adalah salah satu perwira paling senior yang menangangi keamanan perbatasan Suriah, khususnya di daerah Golan dan Palestina.

Sementara para pejabat Suriah menolak berkomentar, sumber-sumber keamanan mengatakan kepada Al-Akhbar bahwa pembunuhan tersebut menunjukkan ciri khas pembunuhan oleh dinas inteligen Israel, Mossad, yang mentargetkan para pejabat dan ilmuan Suriah.(ca/al-akhbar.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL