hqdefaultLuhansk, LiputanIslam.com — Ketegangan di wilayah Ukraina timur semakin meningkat setelah untuk pertama kalinya pesawat-pesawat tempur Ukraina, hari Senin (2/6), melakukan pemboman ke pusat kota yang menjadi basis pemberontakan, Luhansk, menewaskan setidaknya 8 orang warga.

5 warga sipil perempuan dan 3 lali-laki tewas dalam pemboman yang menghantam markas pemberontakan di gedung pemerintahan lokal kota Luhansk dan bangunan-bangunan sekitarnya. Demikian keterangan kelompok separatis seraya menuduh pesawat-pesawat tempur Ukraina telah melakukan pemboman.

Pemerintah Ukraina membantah telah melakukan pemboman, namun keterangan para saksi, termasuk dari tim monitor dari Organization for Security and Co-operation in Europe (OSCE), membenarkan bahwa pesawat tempur Ukraina lah yang telah melakukan pemboman.

Ukraina mengklaim ledakan yang terjadi diakibatkan oleh rudal anti-pesawat milik pemberontak yang meledak sendiri. Namun jurnalis CNN di lapangan menyebutkan bahwa sumber ledakan berasal dari udara.

Menurut sumber pemberontak, pesawat tempur yang digunakan militer Ukraina dalam serangan tersebut adalah pesawat tempur SU-25 atau SU-27. Kesimpulan yang sama diberikan oleh tim monitor OSCE.

“Berdasar pengamatan terbatas, serangan ini berasal dari roket yang ditembakkan dari pesawat tempur,” kata seorang pengamat OSCE kepada CNN.

Ini adalah korban sipil pertama oleh serangan udara militer Ukraina selama operasi militer di Ukraina timur sejak 2 bulan lalu.

Pemimpin separatis Republik Rakyat Luhansk, Vasily Nikitin, mengatakan kepada CNN serangan ini diharapkan akan menggugah Rusia untuk melakukan tindakan tegas.

“Kami menyerukan kepada Rusia untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian. Saya rasa setelah mereka (Rusia) melihat apa yang terjadi di tengah kota kami, mereka akan mengirimkannya (pasukan perdamaian) lebih cepat,” katanya.

Nikitin mengatakan bahwa pihaknya siap untuk memberikan bukti-bukti adanya serangan udara tersebut.

Nick de Larrinaga, analis militer dari majalah IHS Jane’s Defence Weekly, mengatakan kepada CNN bahwa dirinya percaya Ukrainian menggunakan pesawat tempur Su-25 Frogfoot yang memang didisain sebagai pesawat serang darat, daripada pesawat Su-27 yang merupakan pesawat tempur udara.

Serangan udara tersebut diduga kuat sebagai balasan atas serangan kelompok militan terhadap pos penjagaan pasukan Ukraina di luar kota Luhanks hari Senin petang.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL