pesawat rusia irakBaghdad, LiputanIslam.com — Pesawat tempur pertama dari Rusia akhirnya tiba di Irak, Sabtu malam (28/6). Pesawat buatan Rusia itu diyakini mampu menghentikan gerak maju kelompok militan ISIS.

Kementrian Pertahanan Irak, dalam konperensi pers setelah kedatangan pesawat tempur buatan Rusia mengatakan sebanyak 5 pesawat Su-25 akan mulai beroperasi dalam waktu 3 sampai 4 hari mendatang. Demikian laporan BBC, Sabtu (28/6).

Kelompok-kelompok militan yang dipimpin ISIS berhasil menguasai sebagian besar wilayah utara dan barat Irak melalui serangan kilat beberapa minggu terakhir.

Pada hari Sabtu (28/6) pemerintah Irak mengklaim berhasil menguasai kota Tikrit, tempat kelahiran diktator Saddam Hussein yang mayoritas dihuni oleh warga Sunni.

Televisi Irak menayangkan 60 militan yang tewas dalam pertempuran di Tikrit, dan pasukan Irak kini tengah dalam persiapan untuk merebut kembali wilayah-wilayah utara Irak, terutama kota kedua terbesar Irak, Mosul.

Kementrian pertahanan Irak mengatakan bahwa pembelian pesawat tempur Rusia ditujukan untuk “meningkatkan kekuatan tempur AU Irak dan seluruh angkatan perang Irak dalam upaya memerangi terorisme.”

Sebelumnya, minggu lalu PM Irak Nouri al-Maliki, mengatakan kepada BBC bahwa pemerintahannya telah menandatangani kesepakatan dengan Rusia dan Belarus untuk memperkuatat AU Irak dengan mengirim pesawat-pesawat tempur senilai $500 juta.

Seorang pengamat politik Rusian mengatakan kepada situs berita Lenta.ru bahwa 6 pesawat Sukhoi SU-30 telah dikirim ke Irak, meski laporan itu belum terkonfirmasi.

AU Irak, meski telah berusaha sekuat tenaga, kewalahan menghadang laju kelompok ISIS karena jumlahnya yang kurang memadai. Mereka juga kekurangan senjata dan amunisi.

Sementara itu, AS mengabarkan telah menerbangkan drone-drone-nya di udara Irak untuk melindungi personil dan fasilitas militer AS di Irak. AS mengumumkan baru-baru ini telah mengirim 300 personil penasihat keamanan ke Irak.

Di sisi lain, BBC mengabarkan bahwa ulama Shiah terkemuka Irak Ayatollah Ali al-Sistani menyerukan agar perdana menteri bisa ditetapkan secepatnya (Selasa 1/7) untuk mengurangi krisis.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL