serangan udara libyaTripoli, LiputanIslam.com — Pesawat-pesawat tempur AU Libya untuk pertama kalinya menyerang basis kelompok militan di Misrata, sejak terjadinya konflik bersenjata antara kelompok-kelompok militan dengan pasukan pemerintah.

Sebagaimana dilansir BBC News berdasar sumber-sumber dari kelompok militan di Misrata, Senin (29/12), serangan itu tidak menimbulkan korban jiwa atau kerusakan berarti. Serangan terjadi berselang 3 hari setelah AU Libya mengeluarkan ultimatum kepada para militan di Misrata.

Sebelumnya kelompok-kelompok militan, yang kini telah menguasai ibukota Tripoli dan merebut sebagian besar kota Benghazi dari pasukan pemerintah, telah menyerang kota penting Sidra dan Ras Lanuf di timur Libya.

“Kami tengah dalam semangat yang tinggi, dan pemboman-pemboman itu tidak mempengaruhi semangat kami,” kata seorang pemimpin militan kepada BBC.

Sementara itu pertempuran sporadis masih terus terjadi di Libya. Pada tanggal 25 Desember 19 tentara pemerintah tewas oleh serangan militan di Sirte. Dalam insiden terpisah sebuah kapal tanker terbakar di kota pelabuhan minyak di Sidra akibat tertembak roket, Sabtu (27/12). Serangan-serangan itu mendorong pemerintah mengancam serangan udara terhadap militan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL