solar flightPayerne-Swiss, LiputanIslam.com — Sebuah pesawat terbang bertenaga matahari yang akan terbang keliling dunia tahun depan, akan melakukan penerbangan perdana dari pangkalan udara Payerne, Swiss, hari ini (2/6).

Pesawat yang diberi nama “Solar Impulse 2” ini memiliki lebar lebih besar dari pesawat jet Boeing 747 namun “hanya” berbobot kurang dari 3 ton. Ini adalah versi lebih besar dari pesawat sejenis yang terbang melintasi Amerika tahun lalu dengan dipiloti oleh Bertrand Piccard dan Andre Borschberg.

Kedua pilot tersebut yakin bahwa pesawat tenaga surya bakal mampu menjadi pesawat angkut standar sebagai alternatif pesawat berbahan bakar minyak yang boros energi dan polutan. Solar Impulse 2 telah menjalani serangkaian ujicoba selama beberapa minggu terakhir dan siap untuk melakukan misi penerbangan perdananya hari ini. Otoritas penerbangan Swiss (Swiss Federal Office of Civil Aviation) juga puas dengan kondisi kelayakan terbang pesawat.

Pesawat berbahan bakar serat karbon ini memiliki lebar sayap hingga 72 meter dan berbobot 2,3 ton. Bagian atas dari sayap dilapisi oleh 17.000 solar cell yang menghasilkan tenaga untuk menggerakkan 4 baling-baling yang akan menerbangkan pesawat hingga kecepatan 140 km/jam.

Selama siang hari ke 17.000 solar cell tersebut akan mengisi batere lithium yang akan menggerakkan motor baling-baling pada malam hari.

Pesawat sebelumnya, “Solar Impulse 1” yang terbang tahun lalu berhasil memecahkan beberapa rekor dunia penerbangan pesawat berbahan bakar matahari, termasuk terbang non-stop selama 26 jam dan melakukan penerbangan jarak jauh antar benua. Namun penerbangan keliling dunia menjadi tantangan serius karena mencakup penerbangan melinatasi samudra Pasifik yang diperkirakan akan memerlukan waktu 5 hari penerbangan non-stop.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL