pesawat rusia kapal induk asTokyo, LiputanIslam.com — Dua pesawat pembom Rusia diusir pergi oleh pesawat-pesawat tempur AS setelah diketahui mendekati kapal induk USS Ronald Reagan di Laut Jepang. Demikian seperti dilaporkan Press TV, Kamis petang (29/10), mengutip keterangan pejabat Dephan AS.

Peristiwa itu terjadi hari Selasa (27/10), ketika dua pesawat pembom Tu-142 “Bear” terbang pada jarak 1,8 mil laut dari kapal induk USS Ronald Reagan.

Hal itu direspon AS dengan menerbangkan dua pesawat tempur F-18 untuk menggiring pesawat-pesawat Rusia itu menyingkir. Kapal induk AS itu tengah terlibat dalam latihan perang dengan AL Korea Selatan.

Menurut laporan itu kapal pengawal USS Ronald Reagan telah mengingatkan kedua pesawat pembom itu untuk menjauh, namun tidak ditanggapi, sebelum akhirnya pesawat-pesawat F-18 diterbangkan dari USS Ronald Reagan.

Kapal-kapal perang yang berada dalam gugus tugas yang dipimpin USS Ronald Reagan adalah kapal penjelajah peluru kendali USS Chancellorsville serta tiga kapal destroyer USS Mustin, USS Fitzgerald dan USS Curtis Wilbur.

“Ini adalah presedur standar operasi bagi pesawat-pesawat AS yang terbang di dekat kapal-kapal perang AS,” kata pejabat Dephan AS William J. Marks.

“Interaksi seperti ini bukannya tidak pernah terjadi sebelumnya. SEcara keseluruhan saya bisa katakan semua interaksi ini masih dalam tahap aman,” tambahnya.

Pada tanggal 4 Juli lalu pesawat-pesawat pembom Rusia terbang di dekat wilayah AS di Alaska, sebelum diusir pergi. Kemudian pada bulan April lalu sebuah pesawat SU-24 Rusia melakukan aksi terbang rendah di atas kapal tempur AS USS Donald Cook di Laut Hitam.

Insiden serupa juga telah terjadi di Suriah baru-baru ini setelah Rusia melibatkan diri dalam konflik dengan menggempur kubu pemberontak sajak 30 September lalu. Setidaknya sudah dua kali pesawat-pesawat tempur Rusia terbang berdekatan dengan pesawat-pesawat AS di Suriah bulan Oktober ini.
Peringatan Cina pada AS

Sementara itu menyusul insiden kapal perang AS yang menerobos wilayah yang diklaim Cina sebagai wilayahnya di Kepulauan Spratly hari Selasa lalu (27/10), Cina mengancam akan melakukan tindakan tegas.

“Kami mendesak AS untuk tidak melanjutkan tindakan yang keliru. Namun jika AS terus melakukannya, kami akan melakukan segala langkah yang sesuai dengan yang diperlukan,” kata Jubir Kemenhan AS Kolonel Yang Yujun, Kamis (29/10).(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL