Russian-Tu95-bombersMoskow, LiputanIslam.com — Pesawat-pesawat tempur Rusia, termasuk  pesawat dengan kemampuan melakukan serangan nuklir, telah 16 kali melanggar wilayah keamanan AS dalam 10 hari terakhir.

Menurut keterangan para pejabat pertahanan AS, sebagaimana dikutip Russia Today, Kamis (7/7), pesawat-pesawat pembom strategis Rusia melanggar wilayah “defense identification zones (ADIZs)” AS setidaknya 16 kali dalam 10 hari terakhir.

“Sepanjang minggu lalu, Over the past week, NORAD (North American Aerospace Defense Command, komando pertahanan udara wilayah Amerika Utara) secara visual telah mengidentifikasi pesawat-pesawat udara Rusia di dalam dan sekitar wilayah ADIZs,” kata Mayor Beth Smith, jubir NORAD, Kamis (7/7).

Smith mencoba mengabaikan keseriusan dari pelanggaran-pelanggaran itu dengan menyebutnya sebagai sekedar “peningkatan aktititas”. Menurut Smith, pesawat-pesawat Rusia itu hanya melakukan misi latihan rutin biasa.

Namun seorang pejabat pertahanan udara AS yang  berpengalaman dengan masalah pelanggaran wilayah pertahanan AS, mengatakan hal yang berbeda.

“Itu bukan misi-misi latihan biasa. Mereka mencoba menguji reaksi kita, atau sistem pertahanan udara kita,”  kata pejabat yang tidak bersedia disebutkan namanya itu.

NORAD segera mengirimkan pesawat-pesawat tempurnya untuk mengusir pesawat-pesawat Rusia yang mendekat. Pesawat-pesawat Rusia tersebut, menurut laporan “Russia Today”, mencakup pesawat pembom berat Tu-95 Bear H dan pesawat pengintai Tu-142 Bear F, hingga pesawat mata-mata IL-20.

Pesawat-pesawat pembom Rusia itu sebagian besar terbang di wilayah udara Alaska yang termasuk wilayah ADIZs, yang mencakup juga wilayah kepulauan Aleutian dan daratan utama Alaska. Salah satu penerobosan itu bahkan mencapai wilayah udara Kanada. Demikian keterangan Smith.

“Pelanggaran-pelanggaran itu sangat jarang terjadi sejak runtuhnya Uni Soviet, hingga sekarang. Ini tampaknya terkait dengan memanasnya hubungan antara Rusia dan barat karena invasi Krimea dan penembakan pesawat MH17,” tulis situs berita Australian News Corp.

Bahkan sebelum insiden jatuhnya pesawat MH17, pesawat-pesawat Rusia telah berulangkali melakukan “penyusupan”. Pada tanggal 9 Juni lalu sepasang pesawat pembom Tu-95 Bear H terbang di dekat pantai Kalifornia sementara 4 pesawat sejenis lainnya mendekati wilayah udara Alaska.

Kedua pesawat yang mampu membawa rudal nuklir itu hanya berjarak 50 mil dari pantai Kalifornia sebelum kembali ke wilayah Rusia setelah pesawat-pesawat tempur F-15 AS mencegat mereka.

Pesawat-pesawat pembom Rusia juga “mengganggu” wilayah udara negara-negara NATO seperti Belanda, Inggris. Sementara pada bulan April 2 pesawat penyergap Su-27 Flanker Rusia nyaris menabrak pesawat pengintai AS di perairan Jepang.

Namun soal pelanggaran wilayah udara negara lain juga dilakukan pesawat-pesawat AS. Media-media Swedia melaporkan pertengahan bulan lalu pesawat Boeing RC-135 Rivet Joint milik AS menerobos wilayah udara Swedia setelah dikejar pesawat-pesawat tempur Rusia setelah ketahuan melakukan kegiatan mata-mata di udara Rusia di Laut Baltik.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL