tu95_2Seattle, LiputanIslam.com — Pesawat-pesawat tempur AS menyergap 4 pesawat pembom nuklir Tu-95 Bear-H Rusia yang mendekati wilayah udara AS bulan ini. Demikian keterangan pejabat-pejabat militer AS sebagaimana dilaporkan CNN, Jumat (13/6).

Menurut keterangan tersebut, 4 pesawat pembom strategis jarak jauh Tu-95 dan sebuah pesawat pengangkut bahan bakar disergap di dekat wilayah udara Alaska, AS tanggal 4 Juni lalu.

Kapten Jeff Davis, jubir komando pertahanan udara Amerika Utara mengatakan kepada CNN bahwa ini adalah insiden pertama sejak Juli 2012.

Ke-empat pembom tersebut terbang mendekati zona indentifikasi pertahanan udara AS yang berjarak 200 km dari lepas pantai Alaska. Pesawat-pesawat F-22 AU AS pun langsung mencegat mereka.

Dua dari pembom TU-95 itu pun berbelok arah ke barat (Rusia), namun 2 lainnya meneruskan terbang ke selatan hingga ke lepas pantai Kalifornia. Keduanya kemudian dicegat oleh pesawat-pesawat F-15, hanya 50 mil dari lepas pantai Kalifornia.

Jubir Pentagon Kolonel Steve Warren meyakini bahwa pesawat-pesawat pembom tersebut tengah dalam misi latihan. Menurutnya, pesawat-pesawat itu sama sekali tidak melanggar wilayah udara AS.

“Mereka mengikuti semua protokol, dan itu adalah pertemuan yang dilakukan secara profesional oleh kedua pihak,” tambahnya.

Wilayah udara AS sendiri secara resmi berjarak 22,2 km dari lepas pantai.

Menurut otoritas penerbangan AS, setiap pesawat yang memasuki zona identifikasi keamanan yang berjarak 200 km dari lepas pantai Amerika dan Kanada, harus memberikan laporan, menjaga kontak radio, dan memiliki transponder radar.

Menurut Davis, rata-rata dalam setahun 10 kali pesawat-pesawat udara Rusia memasuki zona identifikasi pertahanan AS. Namun seorang pejabat tinggi militer AS baru-baru ini menyebutkan bahwa Rusia telah meningkatkan aktifitas pesawat-pesawat udaranya di wilayah Asia Pasifik, terutama setelah terjadinya krisis di Ukraina.

“Mereka datang dengan pesawat-pesawat jarak jauhnya di dekat Kalifornia, mereka mengitari Guam,” kata Jendral Herbert “Hawk” Carlisle, dalam sebuah konperensi yang digelar Center for Strategic and International Studies di Washington.

Guam adalah pangkalan bagi pesawat-pesawat pembom jarak jauh B-2 dan B-52 AS dengan wilayah operasi seluruh kawasan Pasifik.

Penerbangan-penerbangan militer Rusia juga meningkat di sekitar wilayah Jepang dan Korea, sebagaimana juga kehadiran kapal-kapal perang Rusia,” tambah Carlisle.

Namun “konfrontasi” tidak hanya terjadi di dekat wilayah AS. Pada bulan April lalu sebuah pesawat pengamat AS nyaris ditabrak oleh pesawat tempur Rusia di Laut Okhotsk antara Rusia dan Jepang.

Disebut sebagai “aksi seperti dalam film”, pesawat tempur SU-27 Rusia melintas 100 meter di depan pesawat RC-135U AS, kemudian memamerkan senjata-senjata yang dibawa di bawah perutnya kepada pilot pesawat AS.

Selain itu pada bulan yang sama pesawat-pesawat tempur Rusia juga melakukan “serangan pura-pura” terhadap kapal tempur USS Donald Cook yang tengah berlayar di Laut Hitam. Dan masih di bulan yang sama, 2 pesawat pembom Rusia dicegat oleh pesawat-pesawat tempur F-16 Belanda ketika terbang mendekati wilayah udara Belanda. Pesawat-pesawat itu selanjutnya dikawal pesawat-pesawat tempur Inggris kembali ke pangkalannya di Baltik.

Sementara itu hari Sabtu (14/3), AS mengirim 2 pesawat pembom strategis siluman B-2 ke Inggris untuk melakukan latihan tempur. Tiga pembom strategis B-52 yang lebih lama juga dikirim untuk menjalani latihan bersama Inggris selama 2 minggu di Inggris.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL