pembom rusiaLondon, LiputanIslam.com — Dua pesawat militer Rusia mendekati wilayah udara Inggris dan menganggu penerbangan sipil negara itu, hari Rabu lalu (28/1). Demikian keterangan pejabat-pejabat otoritas Inggris.

Seperti dilaporkan BBC News, Kamis (29/1) petang, pesawat-pesawat militer tersebut tidak memasuki wilayah udara Inggris, namun manuver-manuver yang dilakukan menunjukkan pesawat itu seperti tersesat atau seperti pesawat yang beroperasi di wilayah yang tidak semestinya.

Pesawat-pesawat tempur Inggris kemudian dikirim untuk “mengawal” pesawat-pesawat Rusia itu pergi. Sementara itu Dubes Rusia di London telah dipanggil untuk membicarakan tentang insiden itu. Namun Kemenlu Inggris menolak memberikan keterangan tentang “insiden” itu.

Analis pertahanan BBC, Jonathan Beale mengatakan bahwa pesawat-pesawat Rusia itu berjenis bomber strategis Tu-95 Bear H. Keduanya terbang hingga pada jarak 25 mil dari wilayah udara Inggris. Keduanya terbang dari utara, melintasi pantai barat Irlandia dan ke Selat Channel sebelum membelok dan kembali ke Rusia.

Beale mengatakan bahwa kedua pesawat itu tidak memberitahukan kedatangannya kepada otoritas penerbangan Inggris, mematikan transponder, dan menolak berbicara kepada petugas pengontrol udara.

Ini merupakan insiden terakhir dari beberapa insiden sejenis oleh pesawat-pesawat militer Rusia. Demikian BBC menyebutkan. Bulan lalu Menlu Philip Hammond mengatakan bahwa Inggris prihatin dengan ulah pesawat-pesawat militer Rusia yang terbang di sekitar wilayah Inggris.

Dalam pernyataan di situs resmi Foyal Air Force, seorang petugas pengontrol udara menyebutkan bahwa dalam misi pengawalan itu pesawat-pesawat tempur Typhoon Inggris didukung oleh pesawat pengisi bahan bakar Voyager yang terbang dari pangkalan Brize Norton.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*