mig 23Tripoli, LiputanIslam.com — Sebuah pesawat tempur Mig-23 milik pasukan pemerintah yang diakui internasional tertembak jatuh dalam pertempuran melawan kelompok militan di Benghazi.

Nasser el-Hassi, jubir militer pemerintah mengatakan kepasa AFP, Jumat (12/2), bahwa pesawat itu ditembak jatuh di Qaryunes, barat-laut Benghazi, saat melakukan pemboman terhadap posisi Dewan Shura kelompok Mujahideen di Derna. Mujahideen adalah kelompok yang berafiliasi dengan Al Qaida, dan terlibat persaingan dengan kelompok ISIS.

Kelompok pengamat terorisme yang berbasis di AS, SITE Intelligence Group, mengklaim bahwa penembakan itu dilakukan oleh kelompok ISIS Libya.

Pilot pesawat tersebut diketahui berhasil menyelamatkan diri dengan kursi pelontar, namun keberadaannya masih belum diketahui. Demikian seperti dilaporkan Press TV, Sabtu (13/2).

Ini adalah pesawat tempur yang jatuh ditembak di Libya dalam minggu ini saja. Pada hari Senin (8/2), sebuah M-23 juga jatuh ditembak di dekat kota Derna setelah membom posisi-posisi kelompok ISIS Libya. Namun pemerintah yang diakui internasional yang berbasis di Tobruk mengklaim penyebabnya adalah kesalahan teknis.

Pada awal Januari lalu sebuah MiG-23 juga ditembak jatuh di Benghazi.

Libya mengalami kekacauan tidak berkesudahan paska tumbangnya pemimpin Muammar Gaddafi pada tahun 2011. Pada Agustus tahun lalu kelompok militan menguasai ibukota Tripoli, memaksa pemerintah yang diakui internasional memindahkan pusat pemerintahan ke Tobruk di timur Libya.

Sementara itu kelompok ISIS (Daesh) yang awalnya tidak memiliki basis di Libya tiba-tiba muncul ke permukaan pada bulan Februari tahun lalu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL