pilot

Zaharie Shah (kiri) and Fariq Hamid, sumber foto: http://www.independent.co.uk

Kuala Lumpur, LiputanIslam.com — Delapan hari setelah pesawat MH370 menghilang, pemerintah Malaysia meminta izin diplomatik untuk menyelidiki kemungkinan Boeing 777  telah diterbangkan menghindari radar dan  dikuasai Taliban di perbatasan Afghanistan dan Pakistan.

Kemungkinan itu terungkap ketika 25 negara yang membantu dalam pencarian pesawat, mengintensifkan koordinasi pencarian di darat, laut dan udara. Negara-negara yang terlibat di dalamnya  termasuk Uzbekistan, Pakistan, Kyrgyzstan, Burma , Laos, Vietnam, Thailand, Indonesia dan Australia.  Bantuan khusus mengenai data satelit juga diminta dari Amerika Serikat, Cina, dan Perancis.

Berdasarkan  pada teori bahwa pesawat itu sengaja diterbangkan di area yang tidak terdeksi radar, polisi menyelidiki latar belakang dari chief pilot, Kapten Ahmed Shah Zaharie, 53, dan co -pilot Fariq Abdul Hamid (27). Rumah mereka digeledah pada hari Sabtu, dan pada hari Minggu (16/3), para ahli meneliti simulator yang ditemukan di rumah Ahmed Shah yang ternyata merupakan ciptaannya sendiri. Para ahli mengatakan hanya orang yang terlatih yang bisa mematikan peralatan komunikasi pesawat dan terbang tanpa terdeteksi radar.

Polisi menyelidiki latar belakang politik dan agama dari semua anggota awak pesawat. Sejumlah staf pembantu yang terlibat dalam penerbangan tersebut juga diselidiki. Hingga kini,  pihak kepolisian belum menemukan hubungan antara Kapten Shah dan kelompok militan. Khalid Abu Bakar, Kepala Kepolisian Malaysia, juga meneliti latar belakang dari para penumpang pesawat MH370, dan tidak menemukan penumpang yang memiliki keahlian penerbangan. (LiputanIslam.com/theindependent/af)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL