x-37Los Angeles, LiputanIslam.com — Sebuah pesawat luar angkasa misterius milik AS mendarat kembali ke bumi di California, Jumat (17/10) setelah bereada di luar angkasa selama 674 hari.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Sabtu (18/10), pesawat berkode X-37B merupakan pesawat ulang alik berukuran mini tanpa awak. Pesawat ini mendarat di pangkalan udara Vandenberg, California.

BBC sendiri tidak berhasil mengorek misi sebenarnya dari pesawat itu. Sebuah teori menyebut pesawat itu terbang dengan misi memata-matai laboratorium luar angkasa baru Cina. Namun berdasar kode X pada pesawat itu menunjukkannya sebagai pesawat ujicoba.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan para pejabat AS kepada media massa AS, bahwa pesawat itu menjalani misi “ujicoba, pengurangan risiko, dan pengembangan konsep operasi bagi teknologi pesawat luar angkasa ulang balik”.

“Kenyataannya adalah tidak ada yang tahu apa yang dilakukan pesawat itu di atas sana. Satu-satunya penjelasan kredibel yang saya tahu adalah pesawat itu melakukan ujicoba teknologi yang dapat membantu missi-missi peluncuran satelit di masa depan,” kata Jonathan Amos, jurnalis sains BBC.

Yang mengherankan lainnya adalah program X-37B merupakan programnya Angkatan Udara AS, bukan NASA, meski fasilitas-fasilitas yang digunakan adalah milik NASA.

Ini adalah misi penerbangan ketiga X-37B sejak program ini dimulai tahun 1999, dan saat ini dijalankan oleh Air Force’s Rapid Capabilities Office.

Pesawat pertama terbang bulan April 2010 dan kembali ke bumi setelah berada di luar angkasa selama 8 bulan. Peluncuran kedua bulan Maret 2011 pesawat berada di luar angkasa selama 15 bulan.

X-37B dibuat oleh perusahaan pesawat AS, Boeing, menggunakan panel surya sebagai sumber energi saat mengorbit. Pesawat ini memiliki panjang 9 meter, bentangan sayap 4,7 meter dan berbobot 5 ton.

Misi peluncuran ke-empat dijadwalkan akan dilakukan tahun depan di pusat peluncuran Cape Canaveral, Florida.

Uni Eropa juga tengah menjalankan program peluncuran pesawat luar angkasa ulang balik, yang peluncurannya diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa minggu ke depan. Nama wahana milik Uni Eropa adalah pesawat berawak IXV, demikian keterangan Jonathan Amos kepada BBC.

IXV akan diluncurkan dari pusat peluncuran luar angkasa milik Perancis di Guyana. Bedanya dengan X-37 yang mendarat sebagaimana pesawat biasa, IXV mendarat di lautan dengan parasut.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL