antonov perancisAbuja, LiputanIslam.com — Sebuah pesawat kargo Rusia yang dicharter pemerintah Perancis sempat ditahan otoritas Nigeria setelah mendarat darurat di bandara kota Kano, Sabtu (6/12). Namun kemudian pesawat itu diijinkan terbang kembali.

Terkait hal itu Kedubes Perancis di Nigeria menyatakan bahwa pesawat tersebut tidak membawa senjata, sebagaimana banyak diberitakan media setempat.

“Bertentangan dengan sejumlah laporan media massa, sama sekali tidak ada senjata di dalam pesawat itu,” demikian pernyataan Kedubes Perancis sebagaimana dilansir RIA Novosti, Senin (8/12).

Sebagaimana dinyatakan dalam pernyataan itu, setelah menjalani pengecekan oleh otoritas Nigeria, pesawat itu diijinkan kembali terbang menuju Njamena, Chad.

Sebelumnya dilaporkan pesawat kargo jenis Antonov Rusia yang terbang dari Republik Afrika Tengah (CAR) menuju Chad dengan membawa 2 helikopter militer, ditahan oleh otoritas Nigeria setelah dicurigai membawa senjata dan barang-barang ilegal lain.

Terkait dengan adanya peralatan militer di dalam pesawat, Kedubes Perancis di Nigeria menyebutkan bahwa hal itu sudah menjadi standar keamanan dan ekonomi dalam penerbangan kargo yang melintasi berbagai negara.

“Penggunaan pesawat Rusia untuk menerbangkan perlengkapan militer Perancis adalah praktik yang biasa,” tulis pernyataan itu.

Perancis menyebut penerbangan itu adalah bagian dari kebijakan Perancis untuk memerangi terorisme di kawasan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL