air algeriaAljier, LiputanIslam.com — Sebuah pesawat penumpang Air Algeria dinyatakan hilang di atas gurun Sahara dalam penerbangan dari Burkina Faso menuju Aljier, Aljazair, Kamis (24/7).

Sebagaimana dilaporkan BBC, otoritas penerbangan Aljazair menyebutkan pesawat tersebut jatuh di gurun pasir Sahara. Namun keterangan lebih rinci masih belum dikeluarkan.

Jubir Air Algeria, Houari Zuhair, dalam keterangannya menyebutkan bahwa pesawat kehilangan kontak dengan menara kontrol 50 menit setelah lepas landas dari Ouagadougou, Burkina Faso, dan terbang di wilayah udara Mali. Pesawat dengan nomor penerbangan AH 5017 itu ditumpangi oleh 110 penumpang dan dengan 6 awak pesawat. Sebanyak 50 dari penumpangnya berkewarganegaraan Perancis.

Sebelumnya pilot memberitahu menara kontrol di Nigeria di Niamey bahwa pesawat akan mengubah arah karena adanya badai.

Angkatan Udara Perancis menyebutkan 2 pesawat tempur yang berbasis di Afrika Barat telah dikirimkan untuk melacak keberadaan pesawat na’as tersebut, namun mengalami kegagalan. Sementara otoritas penerbangan Perancis menyebutkan telah membentuk crisis centre di Paris dan Marseille.

Jubir Air Algerie menyebutkan, daftar sementara penumpang meliputi 24 orang dari Burkina Faso, 8 warga Lebanon, 4 Aljazair, 2 Luxembourg, one 1 Belgia, 1 Swiss, 1 Nigeria, 1 Kamerun, 1 Ukraina dan 1 orang warga Rumania.

Namun para pejabat Lebanon menyebutkan bahwa ada setidaknya 10 warga Lebanon berada di dalam pesawat.

Pesawat yang jatuh adalah tipe MD-83 buatan Amerika yang disewa dari perusahaan penerbangan Spanyol Swiftair.

Perdana Menteri Aljazair dilaporkan dalam wawancara dengan radio Aljazair menyebutkan bahwa pesawat tersebut jatuh di Gao, Mali, 500 km dari perbatasan Aljazair. Sementara pasukan PBB yang berada di Mali menyebutkan pesawat jatuh antara Gao dan Tessalit.

Komandan pasukan PBB di Mali, Brigjen Koko Essien, mengatakan kepada BBC bahwa area dugaan jatuhnya pesawat sangat luas dan jarang penduduknya. Ia juga menyebutkan cuaca sebelumnya sebagai berkondisi buruk.

Seorang pejabat Air Algerie yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan kepada AFP  bahwa pesawat jatuh tidak jauh dari perbatasan Aljazair, yaitu setelah pilot memberitahu akan mengubah jalur akibat pandangan yang buruk.

Pesawat AH 5017 melayani penerbangan antara Ouagadougou – Algiers 4 kali dalam seminggu.

Pada Februari lalu sebuah pesawat militer Aljazair jatuh menewaskan 77 orang penumpangnya. Pesawat Hercules C-130 itu jatuh di wilayah pegunungan Provinsi Oum al-Bouaghi dalam perjalan ke Constantine.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL