dbcf6ec8-0ee4-432c-9eff-20ce4ac572efAnkara, LiputanIslam.com–Sekjen PBB, Ban Ki-Moon, meminta Turki untuk memberikan bukti yang kuat sebelum menjebloskan warganya ke penjara setelah kudeta muliter.

Berdasarkan informasi dari juru bicara PBB Farhan Haq, Ban mengekspresikan kekhawatirannya di dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, pada hari Rabu.

“Ban mengacu pada berita-berita yang bersebaran tentang penganiayaan dan siksaan keras yang diberikan kepada para tahanan. Ia menyampaikan kepeduliannya terhadap mereka,” ujar Haq.

Pada hari itu, Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, memperingatkan bahwa tindakan pemerintah kepada pihak-pihak yang mendukung kudeta belum selesai. Ia mengatakan masih ada tersangka yang harus ditahan di luar sana.

Menteri Dalam Negeri Turki mengumumkan lebih dari 15.000 orang, termasuk 10.000 tentara, telah ditahan pemerintah.

Ankara juga memecat 150 jenderal dan komandan,  juga 1.700 pekerja dari militer.

Pemerintah Turki juga dikabarkan akan menahan sekitar 50 jurnalis yang berhubungan dengan kudeta.

Dalam kudeta pada tanggal 15 Juli, sekitar 250 orang terbunuh dan lebih dari 2.000 orang terluka akibat penyerangan yang dilakukan oleh para tentara menggunakan jet, helikopter, dan tank. Ankara menyatakan negara dalam  keadaan darurat, yang membolehkan pemerintah melakukan tindakan kepada terduga aksi kudeta.

“(Sekjen PBB) mempercayai pemerintah dan rakyat Turki akan mengubah situasi yang kacau ini menjadi momen kesatuan, demi melindungi demokrasi,” tambah Haq. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL