Foto: Syrian Arab News Agency

Foto: Syrian Arab News Agency

Damaskus, LiputanIslam.com – Kementrian Waqaf Suriah memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Saw di Masjid Agung Ummayah, pada Sabtu, 3 Januari 2015. Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, doa-doa dan pujian kepada Rasulullah dilantunkan hingga malam hari.

Dari laporan Kantor Berita SANA, Kepala Direktorat Departemen Waqaf Suriah Ahmad Samer al-Qabani menyatakan bahwa ummat manusia wajib meneladani jejak Nabi Muhammad. (Baca: Sunni dan Syiah Rayakan Maulid Nabi, ISIS dan Wahhabi Mengharamkannya)

“Saya menggaris-bawahi nilai-nilai kemanusiaan yang luhur, mengimbau agar nilai-nilai  kasih sayang, persamaan dan persaudaraan (yang diajarkan Nabi) diikuti,” ujar dia dalam khotbahnya.

Acara serupa juga digelar di Masjid al-Sabil Aleppo. Kepala Direktorat Departemen Waqaf  Aleppo menyampaikan pujiannya kepada Nabi.

“Mari merangkul sesama dalam rahmat dan damai,” ajak dia.

Keagungan Nabi Muhammad bukan saja hanya diakui oleh ummat Islam. Pemimpin rohani dari aliran keyakinan Druze, Mr. Hikmat al-Hijriah, dalam perayaan maulid Nabi menyatakan bahwa Islam adalah agama damai, bukan bersikap ekstrem sebagaimana yang diperlihatkan oleh Wahabi Takfiri. (Baca:  Sepanjang 2014, Lebih dari 15.000 Jiwa Melayang di Irak)

“Suriah adalah contoh sempurna dari persaudaraan Islam-Kristen. Pesan sejati Islam adalah menyebarkan cinta dan perdamaian diantara sesama manusia,” ujar Mr. Hikmat.

Ia juga meminta kepada seluruh rakyat Suriah agar bersatu guna menghadapi segala bentuk hasutan dan propaganda.

“Saya berdoa agar Tuhan menjaga rakyat dan tentara Suriah. Semoga di bawah kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad, keamanan dan stabilitas nasional akan segera pulih kembali,” harap dia. (Baca: Pentingnya Memperingati Maulid Nabi Saw)

Perang telah berkecamuk di Suriah selama empat tahun, dan selama ini berbagai propaganda sekterian kerap disulut. Berbagai media seperti arrahmah.com, voa-islam.com, dan lainnya, menuding bahwa ummat Islam dizalimi dan tidak bisa melakukan ibadah dengan leluasa.

Namun kenyataannya jauh berbeda. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, kehidupan keberagamaan di Suriah sangat kondusif dan bebas melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*