Jet F-35 buatan Lockheed Martin

Yerusalem, LiputanIslam.com—Perusahaan dirgantara yang menciptakan jet perang F-35, Lockheed Martin, baru saja mendirikan sekolah dasar sains dan teknologi yang akan menerima anak-anak Israel dari umur 5 tahun.

Sejak bulan Mei lalu, seorang pejabat Israel secara terbuka membangga-banggakan negaranya sebagai “rezim pertama di dunia yang menggunakan jet perang F-35 buatas AS dengan mode penyerangan.” Pada Desember 2016, Israel menerima 2 produk F-35 pertama dari 50 lainnya yang dipesan dari Amerika.

Lockheed Martin sendiri telah berinvestasi sejumlah lebih dari $1 milyar di Israel antara tahun 2010 dan 2017.

Sekolah dasar yang didirkan Lockheed Martin adalah salah satu proyek besar perusahaan perang ini di Israel. Sekolah ini akan menyediakan komputer dan teknologi modern lainnya kepada para siswa. Biayanya diperkirakan sekitar $250.000 dan akan mulai beroperasi di tahun pelajaran 2018/2019.

“Sekolah dasar kami adalah sebuah inovasi Israel di segala aspek, dan sudah menerima delegasi dari negara lain, seperti Korea dan Jerman,” kata CEO Lockheed Martin Israel, Joshua Shani, kepada MadaKids.

Shani mengakui bahwa kerjasama antara sebuah sekolah dan perusahaan senjata “tidaklah logis”. Namun, ia mengatakan, “Di saat sebuah perusahaan komersil ingin berkontribusi kepada komunitas, itu menjadi berharga. Kami bisa saja mendirikan institut penelitian penerbangan militer di dunia, tetapi kami memilih [berkontribusi] ke pendidikan [anak] karena itulah yang memotivasi kami.”

Selain sekolah dasar, perusahaan Lockheed Martin juga mensponsori aktivitas anak-anak yang lebih tua, seperti kompetisi Lego dan perkemahan musim panas yang bekerjasama dengan Pasukan Pertahanan Israel [IDF].

Israel merupakan salah satu negara penjual senjata terbesar di dunia. Mereka menjual produk militer mereka dengan kualitas “teruji”, yaitu setelah diujikan kepada warga sipil Palestina di Jalur Gaza.

Menurut jurnalis Emma Fiala dalam artikelnya di Mintpress News, fakta bahwa Lockheed Martin berinvestasi dalam sektor pendidikan anak, dan di saat yang sama memproduksi senjata yang membunuh banyak orang— dan di saat yang sama pula bekerjasama dengan Israel, penindas HAM tebesar di dunia, adalah pelajaran tersendiri  tentang “bagaimana dunia modern bekerja.” (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*