cristina_fernandezBuenos Aires, LiputanIslam.com — Sebuah perusahaan percetakan internasional asal Amerika Serikat kemungkinan akan menghadapi dakwaan terorisme di pengadilan Argentina, setelah secara mendadak menghentikan operasinya.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Associated Press, Senin (11/8), para pekerja perusahaan RR Donnelley di pabriknya di luar kota Buenos Aires yang hendak bekerja, mendapati pabrik tersebut ditutup dengan alasan krisis yang tidak bisa ditanggulangi.

Perusahaan tersebut secara tiba-tiba mengajukan klaim mengalami kebangkrutan dan menutup pabriknya, meninggalkan 400 pekerjanya menjadi pengangguran.

Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner mengecam aksi perusahaan tersebut sebagai tindakan intimidasi terhadap warga Argentina.

“Kami menghadapi wajah sebenarnya dari tindakan curang dan upaya intimidasi terhadap warga,” kata presiden dalam pidatonya yang dikutip kantor berita Reuters, hari Kamis (15/8) lalu.

Presiden Cristina Fernandez meyakini perusahaan tidak memiliki alasan kuat untuk menutup perusahaannya sehingga merugikan ekonomi Argentina. Sebaliknya, perusahaan bisa menghadapi dakwaan pelanggaran UU anti-terorisme.

Argentina telah mengesahkan UU anti-terorisme pada tahun 2011, namun sampai saat ini belum pernah menerapkannya sama sekali.

Kirchner juga menuduh perusahaan terkait dengan jaringan bisnis ilegal “vulture funds”, sebagaimana disebut di Argentina, yang selama 10 tahun terlibat perselisihan hukum melawan pemerintah Argentina di pengadilan Amerika yang mengakibatkan kebangkrutan Argentina pada bulan Juli lalu.

“Ada jaringan sangat mirip mafia di tingkat internasional,” tambah presiden.

RR Donnelley belum memberikan komentar tentang tuduhan itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL