perundingan nuklir iranWina, LiputanIslam.com — Para diplomat peserta perundingan program nuklir Iran di Wina akhirnya menyepakatai perpanjangan batas waktu perundingan (deadline) hingga 4 bulan dari batas waktu semula minggu ini.

Kantor berita BBC melaporkan, AS telah bermaksud akan mencairkan dana-dana milik Iran senilai $2,8 miliar yang dibekukan dengan imbalan bahwa Iran mengalihkan 20% dari cadangan uranium terkayakannya untuk bahan bakar.

Secara umum perundingan kali ini ditujukan untuk membujuk Iran mengurangi program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi-sanksi oleh negara-negara barat.

Negara-negara barat selama ini mencurigai Iran tengah berusaha membuat senjata nuklir, sementara Iran bersikukuh bahwa program nuklirnya murni untuk keperluan damai seperti pengembangan energi, sains, kesehatan dan pertanian.

Reuters malaporkan, perundingan selanjutnya akan dimulai lagi bulan September mendatang dengan batas akhir tanggal 24 November.

“Masih ada beberapa perbedaan signifikan dalam beberapa isu penting yang memerlukan lebih banyak waktu dan upaya,” demikian pernyataan bersama yang diberikan oleh Kepala Kebijakan Uni Eropa Catherine Ashton dan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif, Jumat (18/7) petang.

Sementara itu Menlu AS John Kerry mengatakan bahwa AS akan terus meneruskan sanksinya selama masa perpanjangan pembicaraan nuklir Iran.

Perundingan di Wina membawa Iran bertemu dengan negara-negara besar dunia yang tergabung dalam apa yang disebut kelompok P5+1 atau Sextet, yaitu AS, Inggris, Perancis, Rusia, Cina, dan Jerman.

Pada akhir tahun lalu tercapai kesepakatan sementara antara Iran dan P5+1, namun keduanya gagal mencapai kesepakatan yang lebih panjang tentang pembatasan program pengayaan uranium, satu proses penting yang menentukan kapasitas bahan bakar yang diperlukan untuk senjata nuklir.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL