plestina isrelYerussalem, LiputanIslam.com — Tim perunding Israel dan Palestina mengadakan pertemuan, Ahad (6/4) malam, di Yerusalem, dengan utusan Amerika Serikat Martin Indyk. Pertemuan itu untuk menemukan solusi atas krisis dalam pembicaraan damai yang terancam gagal.

Para pejabat senior Israel dan Palestina yang mengetahui rincian pertemuan tersebut mengatakan, kedua pihak belum mencapai terobosan untuk bisa menyelamatkan perundingan damai yang dimediasi AS sejak tahun lalu itu.

Pertemuan berlangsung sekitar empat jam dan berakhir setelah tengah malam. Wakil dari Israel adalah Menteri Kehakiman Tzipi Livni dan Isaac Molho, utusan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. Wakil dari Palestina adalah perunding senior Saeb Erekat dan Majed Faraj, kepala badan intelijen Palestina.

Seorang pejabat senior Israel mengatakan, pertemuan itu berlangsung positif dan serius, tetapi sebagian besar perbedaan pendapat antara kedua kubu tetap tidak berubah. “Ada ketegangan tetapi ada juga niat serius untuk mencoba dan mengatasi krisis,” kata pejabat itu. “Masih ada perbedaan pendapat mengenai cara terbaik untuk mengatasi situasi saat ini.”

Wakil Palestina terdengar lebih pesimistis soal pertemuan itu. Seorang pejabat senior Palestina mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pertemuan itu sangat tegang dan Israel menolak membebaskan kelompok keempat dari tahanan Palestina. Dalam pertemuan itu, juru runding Israel fokus pada menyuarakan ancaman terhadap Palestina.

Seorang pejabat AS, Senin (7/4) mengatakan, pertemuan terbaru ini berlangsung serius “dan konstruktif.” Kedua belah pihak juga meminta agar Amerika Serikat mengadakan pertemuan lain pada hari ini untuk melanjutkan usaha itu.

Pembicaraan damai ini dimulai Juli lalu dan ditargetkan bisa mencapai kesepakatan pada 29 April mendatang. Namun, hingga tenggat kian dekat, kedua pihak masih berselisih dalam sejumlah hal prinsip. Antara lain, Palestina tak mau mengakui Israel sebagai negara Yahudi. Israel juga tak mengakui hak kembali kepada warga Palestina yang mengungsi, selain soal Yerussalem Timur sebagai ibukota Palestina masa depan.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL