Moskow, Liputanbilderberg-campbell-mansbridge-2010Islam.com — Bagi penggemar dan pengamat “teori konspirasi”, acara ini tentu tidak akan dilewatkan. Pertemuan kelompok rahasia Bilderberger Group, kini tengah berlangsung di Hotel Marriott, Coppenhagen, Denmark. Menurut sumber terpercaya, di antara topik yang dibahas dalam pertemuan adalah program nuklir Iran.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Perancis AFP, Jumat (30/5), pertemuan kelompok ini dimulai Jumat kemarin (30/5) dengan kawalan ketat. Di antara peserta pertemuan adalah CEO Google Eric Schmidt, Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen, Menkeu Inggris George Osborne, Managing Director IMF Christine Lagarde dan mantan Direktur NSA Keith Alexander. Tahun ini Cina juga menyertakan Yiping Huang, profesor ekonomi Peking University, dan He Liu, seorang pejabat tinggi bidang ekonomi.

Para pengamat teori konspirasi meyakini, kelompok Bilderberg beranggotakan sekitar 300 orang paling berpengaruh dari seluruh dunia dengan beberapa anggota tetap dan sebagian besar anggota tidak tetap. Suara-suara kritis menuduh mereka bertindak sebagai “penguasa bayangan” dunia yang memutuskan hal-hal penting atas seluruh penduduk dunia namun tanpa memperdulikan keinginan masyarakat dunia.

Dalam keterangan pers yang dikeluarkan menjelang pembukaan pertemuan yang berlangsung selama 4 hari tersebut, panitia mengaklaim pertemuan ditujukan untuk “mempercepat dialog antara Eropa dengan Amerika Utara”. Beberapa topik yang dibahas, menurut keterangan resmi panitia, adalah “Apakah Pemulihan Ekonomi Berkesinambungan?”, “Perubahan Besar dalam Teknologi dan Kerja” dan “Apakah Privasi Perlu?”

Namun Daniel Estulin, show host dari Russia Today, mengklaim bahwa agenda yang sebenarnya bukanlah seperti yang dirilis panitia. Ia mengklaim ada 12 topik pembahasan yang tujuh di antaranya berhasil ia dapatkan. Ketujuh topik pembahasan itu adalah: diplomasi nuklir Iran, kesepakatan energi gas Rusia dan Cina, naiknya sentimen nasionalisme di Eropa, regulasi internet Uni Eropa, perang siber dan dampaknya dalam kebebasan internet, kebijakan luar negeri AS di Suriah dan Ukraina, serta perubahan iklim.

Sejak dibentuk tahun 1954, kelompok ini menjadi perhatian penting para pengamat teori konspirasi karena kerahasiaannya. Di era modern sekarang, perhatian terhadap kelompok ini semakin besar karena dianggap bertentangan dengan nilai-nilai keterbukaan yang demokratis. Maka, seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, pertemuan kali ini pun mengundang banyak demonstran.

“Kami menolak karena tidak dilibatkan dalam apa yang terjadi di sana,” kata Reem Al Alami, seorang mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di depan hotel Marriot di antara ratusan demonstran, wartawan dan aparat kepolisian.

“Ini bukan demokrasi yang seharusnya,” tambahnya.

Seorang demonstran membawa spanduk bertuliskan, “Sesuatu tengah membusuk di Denmark.”

Publik Denmark juga marah terhadap besarnya biaya yang ditanggung pemerintah atas sebuah kegiatan yang “rahasia”.(ca/afp/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL