perang donetskDonetsk, LiputanIslam.com — Puluhan orang tewas dan terluka dalam pertempuran yang yang semakin sengit di garis depan Ukraina timur dan di Bandara Internasional Donetsk.

Berbagai laporan mengkonfirmasi terjadinya tembak-menembak artileri di berbagai wilayah di Donetsk dan Luhansk, 2 provinsi yang memisahkan diri dari Ukraina. Rumah sakit di kota Donetsk juga disebut terkena tembakan artileri.

Kedua pihak yang bertikai saling mengklaim menguasai Bandara Donetsk. Rusia telah memperingatkan Ukraina untuk tidak membuat “kesalatan strategis”, sementara Ukraina menuduh semakin banyaknya pasukan Rusia yang masuk ke Ukraina.

Rusia menuduh pasukannya terlibat dalam konflik di Ukraina namun tidak membantah adanya “relawan” Rusia yang bergabung dengan para separatis Ukraina. Luhansk dan Donetsk adalah wilayah yang mayoritas penduduknya adalah warga keturunan Slav yang berbahasa Rusia.

Pertempuran sengit kembali merebak akhir minggu lalu, setelah pasukan pemerintah mencoba merebut kembali wilayah Bandara Internasional Donetsk yang berhasil dikuasai separatis setelah mengepungnya berbulan-bulan.

Separatis mengklaim pasukannya berhasil menghentikan serangan pasukan Ukraina di sekitar jembatan Putylivskiy yang menghubungkan bandara dengan kota Donetsk. Jembatan itu kini hancur akibat pertempuran.

BBC News menyebutkan sejumlah bangunan di pusat kota Donetsk mengalami kerusakan akibat tembakan artileri. Sebuah rumah sakit juga mengalami kerusakan. Setidaknya delapan orang tewas dalam pertempuran di sekitar kota Donetsk. Demikian pejabat-pejabat setempat mengatakan.

Kelompok separatis juga menuduh pasukan Ukraina telah menembaki bangunan-bangunan milik warga sipil di kota Horlivka, wilayah yang dikuasai separatis di utara bandara Donetsk. Sebanyak 9 orang tewas dan 44 lainnya terluka di kota ini akibat bom yang dijatuhkan dari pesawat tempur Ukraina. Demikian kata Eduard Basurin, Menteri Pertahanan Republik Rakyat Donetsk.

Terkait dengan pertempuran yang memanas, Deputi Menlu Rusia Gregory Karasin mengingatkan Ukraina bahwa penyelesaian dengan kekuatan militer merupakan kesalahan besar dan membawa dampak yang tidak bisa diantisipasi oleh Ukraina.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*