benghazi clashTripoli, LiputanIslam.com — Pertempuran sengit melibatkan pesawat tempur dan tank terjadi di kota terbesar kedua Libya, Benghazi. Pasukan pimpinan Jendral Purnawirawan Khalifa Haftar yang didukung militer berusaha merebut mengusir kelompok-kelompok militan Islam yang sebelumnya telah merebut basis-basis militer pasukan Jendral Haftar.

Sementara itu Mesir membantah laporan keterlibatan pesawat-pesawat tempurnya dalam pertempuran itu. Demikian laporan BBC News, Kamis (16/10).

Secara de facto kelompok-kelompok Islamis kini menjadi penguasa Libya setelah berhasil menguasai Tripoli dan sebagian besar kota Benghazi, memaksa pemerintahan yang diakui internasional memindahkan pusat kekuasaannya ke Tobruk. Kelompok-kelompok militan pun membentuk pemerintahan baru di Tripoli.

Jendral Haftar minggu ini mengumumkan operasi militer untuk merebut kembali wilayah Benghazi yang dikuasai kelompok-kelompok militan Islam. AFP melaporkan Jendral Haftar mendapat dukungan pasukan militer yang berbasis di Benghazi.

Setidaknya 12 orang tewas dalam pertempuran hari Rabu (15/10), sementara tank-tank terlihat di jalannan kota Benghazi.

Pesawat-pesawat tempur dikabarkan juga telah membomi posisi-posisi kelompok Islamis, meski masih belum jelas apakah pesawat itu adalah milik militer Libya pendukung Jendral Haftar, atau pesawat asing sebagaimana dilaporkan media asing.

Pemerintah Libya dan Mesir membantah laporan kantor berita Associated Press (AP) yang menyebut pesawat-pesawat tempur Mesir terlibat dalam operasi militer itu.

Pada bulan Agustus lalu pesawat-pesawat tempur yang tidak teridentifikasi melakukan serangan udara di Tripoli, memperkuat spekulasi keterlibatan negara-negara Arab dalam perang proksi di Libya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL