ukraine rebelKiev, LiputanIslam.com — Pertempuran sengit kembali terjadi di sekitar Donetsk, Ukraina timur. Pejabat kedua pihak mengabarkan hal ini, seperti dilansir BBC News, Rabu petang kemarin (3/6).

Pertempuran dikabarkan melibatkan perlengkapan artileri berat dan tank-tank, di daerah Maryinka dan Krasnohorivka, di luar kota Donetsk yang dikuasai pemberontak.

Pemerintah Ukraina menuduh pemberontak telah melakukan serangan besar-besaran dengan melanggar perjanajian gencatan senjata. Tuduhan itu dibantah para pemberontak.

BBC melaporkan, pertempuran yang terjadi di Maryinka merupakan yang paling hebat sejak perjanjian gencatan damai ditandatangani di Minsk bulan Februari lalu.

Gubernur Luhansk Hennadiy mengatakan bahwa 2 orang tewas akibat tembakan mortir di wilayah yang dikuasai pemerintah Ukraina di provinsi Luhansk. Sementara pemberonak mengklaim 15 warga sipil tewas di wilayah yang mereka kuasai.

Lebih dari 6.400 orang tewas akibat konflik di Ukraina timur sejak bulan April 2014, ketika pemberontak menguasai wilayah Provinsi Luhansk dan Donetsk dan mendeklarasikan pemisahan dari Ukraina.

Pejabat-pejabat Ukraina menuduh pertempuran di Maryinka dan Krasnohorivka, di sebelah barat Donetsk, dimulai setelah pemberontak menembakkan artilerinya ke wilayah yang dikuasai pemerintah pada Rabu pagi. Setidaknya 7 tentara Ukraina terluka dalam pertempuran, demikian sumber pemerintah Ukraina menyebutkan.

Sementara itu tentara Ukraina membalas dengan menembakkan roket-roket Grads, ke wilayah pemberontak.

Ukraina menuduh pemberontak mengerahkan lebih dari 10 tank dan seribu pasukan untuk menyerang pasukan Ukraina di Maryinka.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL