ukraina timurKiev, LiputanIslam.com — Pertempuran sengit di Ukraina timur telah menghambat pekerjaan tim penyidik internasional kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH-17. Kedua pihak yang bertikai saling menuduh terhambatnya penyelidikan.

“Situasi di lapangan tampak tidak aman, karenanya kami memutuskan untuk melanjutkan (penyelidikan) besok,” kata Alexander Hug, wakil ketua tim organisasi keamanan dan kerjasama Eropa (OSCE) di Ukraina sebagaimana dilaporkan Russia Today, Senin (28/7).

Hug menyebutkan perhatian yang serius atas pertempuran yang terjadi di dekat Desa Grabovo yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat, yang menurutnya dapat mempengaruhi kondisi lokasi tersebut sehingga menyulitkan tim penyelidik untuk mengambil kesimpulan.

Salah satu tugas para ahli forensik adalah mengumpulkan sisa-sisa jenasah yang tidak dikirimkan ke Belanda untuk menjalani proses identifikasi.

Sebanyak 227 jenasah telah diterbangkan ke Belanda untuk menjalani proses identifikasi. Adapun jumlah korban yang tewas dalam kecelakaan tersebut mencapai 298 orang penumpang dan awak pesawat. Sebagian besar korban berasal dari Belanda.

Namun meski pertempuran telah menghambat jalannya penyelidikan, Belanda, Australia dan Malaysia menolak untuk mengirim pasukan keamanan untuk menjaga lokasi kecelakaan.

“Kami menyimpulkan akan menghadapi risiko bila sebuah misi internasional secara tiba-tiba dilibatkan dalam konflik di Ukraina,” kata PM Belanda Mark Rutte.

Milisi pemberontak menuduh pemerintah Ukraina sengaja menghambat penyelidikan dengan mengintensifkan operasi militer di sekitar lokasi kecelakaan. Hal itu, menurut mereka, berlawanan dengan keputusan Presiden Poroshenko yang telah menyatakan bahwa seluruh area sejauh 40 km dari lokasi kecelakaan sebagai daerah aman.

Ukaraina pun langsung membantah tuduhan itu dan balik menuduh pemberontak sebagai penghambat penyelidikan.

Fotografer Patrick Lancaster yang berada di lapangan melaporkan kepada Russia Today bahwa pasukan Ukraina benar telah melakukan offensif di sekitar wilayah kecelakaan.

“Ada pesawat-pesawat jet beterbangan dan kami mendengar bunyi-bunyi ledakan di kejauhan,” kata Lancaster seperti dikutip Russia Today.

“Penduduk-penduduk lokal mengatakan bahwa tank-tank Ukraina telah berdatangan. Sangat jelas bahwa militer Ukraina berusaha merebut kembali kota Torez dan Shakhtersk,” tambah Lancaster.

Sementara itu Rusia mengumumkan telah membentuk tim ahli untuk berpartisipasi dalam penyelidikan internasional. Tim ini dipimpin oleh Oleg Storchevoy, pejabat tinggi otoritas penerbangan Rusia, Rosaviation.

Di sisi lain Kepala Komisi HAM PBB Navi Pillay mengatakan, Senin (28/7), bahwa penembakan pesawat MH-17 kemungkinan termasuk dalam tindakan “kejahatan perang”. Demikian laporan BBC.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL