baiji refineryBaghdad, LiputanIslam.com — Pertempuran sengit berlangsung di Baiji dan Tal Afar antara pasukan Irak dan milisi-milisi pro-pemerintah melawan kelompok-kelompok militan yang dipimpin ISIS.

Baiji adalah tempat beradanya pusat penyulingan minyak terbesar di Irak, sedangkan Tal Afar adalah kota yang memiliki bandara di utara Irak.

Sebagaimana laporan BBC, Jumat petang (20/6), Baiji kini berada dalam kepungan kelompok-kelompok militan, sementara militan mengklaim telah menguasai sebagian besar bandara Tal Afar.

Pertempuran pecah sehari setelah AS mengumumkan pengiriman 300 penasihat militer untuk membantu pasukan pemerintah Irak. Sementara Presiden Barack Obama menegaskan tidak akan menerjunkan pasukannnya ke Irak.

Menlu AS John Kerry dikabarkan akan segera terbang ke Irak untuk mendesak perdana menteri Nouri al Maliki untuk melakukan kompromi politik dengan kelompok-kelompok yang selama ini menentangnya.

Barat dan kelompok-kelompok militan Irak menuduh Nuri al Maliki telah menerapkan kebijakan marginalisasi terhadap kelompok-kelompok politik Suni, hal yang dibantah keras oleh Maliki.

Sekitar 500.000 orang telah melarikan diri dari kota kedua Mosul setelah jatuh ke tangan kelompok ISIS minggu lalu. Angka itu menambah jumlah pengungsi Irak selama setahun terakhir menjadi sekitar sejuta orang. Demikian perkiraan PBB.

Sementara itu, alih-alih memenuhi permintaan pemerintah untuk melakukan serangan udara terhadap ISIS, AS hanya mengirimkan 300 penasihat militer untuk membantu memulihkan moral pasukan Irak yang runtuh setelah jatuhnya Mosul dan beberapa wilayah lainnya.

Presiden Obama mengatakan AS telah “siap melakukan operasi militer yang terarah dan tepat, jika diperlukan”. Namun ia menganggap saat ini hal itu belum diperlukan. Ia justru mendesak Maliki melakukan kompromi politik, kata lain dari tuntutan pengunduran diri Maliki.

“AS tidak akan melakukan aksi militer yang mendukung satu kelompok dengan mengorbankan kelompok lainnya,” kata Obama.

ISIS mengklaim berhasil menembak jatuh 2 helikopter pasukan Irak dalam pertempuran di komplek kilang minyak Baiji, namun laporan ini belum bisa dikonfirmasi kebenarannya. Sementara BBC melaporkan, sebagian dari komplek yang luasnya ratusan kilometer persegi itu telah dikuasai kelompok militan.

Militan dikabarkan juga telah menguasai bekas pabrik kimia di Muthanna, 70 km barat laut Baghdad. Namun diyakini sudah tidak ada lagi bahan-bahan kimia berbahaya yang bisa dijadikan senjata oleh para militan.

Selain penasihat militer, Presiden Obama juga memerintahkan bantuan inteligen dengan membangun markas komando inteligen bersama inteligen Irak di Baghdad dan di utara Irak.

Pada hari Rabu (18/6) Kastaf Gabungan AS Jendral Martin Dempsey mengingatakan bahwa AS masih memiliki kelemahan inteligen untuk melakukan serangan militer.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL