destroyed tanksLuhansk, LiputanIslam.com — Pertempuran sengit terjadi di sekitar kota Luhansk. Milisi separatis mengklaim berhasil memukul mundur pasukan tank Ukraina yang mencoba merebut kota tersebut.

Pemimpin milisi separatis Igor Strelkov mengklaim berhasil menghancurkan 2 pasukan tank yang menyerang kota dari sebelah selatan dan barat kota berpenduduk 425.000 penduduk tersebut. Demikian laporan BBC News.

Setidaknya 15 penduduk tewas dalam berbagai pertempuran di Provinsi Luhansk dan Donetsk pada hari Minggu (13/7). Pada hari yang sama ribuan penduduk kota Donetsk menggelar pawai mendukung perjuangan milisi separatis.

Sementara itu Jerman dan Rusia mendesak kedua pihak yang bertikai untuk berunding. Dalam pertemuan singkat sebelum menyaksikan final Piala Dunia di Rio de Janeiro, Minggu petang (13/7), Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Rusia  Vladimir Putin menyerukan diadakannya pembicaraan antara pihak-pihak yang bertikai dengan melalui “video conference”.

Kedua pemimpin tersebut sepakat bahwa situasi di Ukraina “mengarah pada kehancuran”. Pertempuran telah berlangsung sejak kedua Provinsi Donetsk dan Luhansk mendeklarasikan pemisahan diri dari Ukraina pada bulan April lalu.

Sumber dari kantor kepresidenan Ukraina menyebutkan bahwa satu unit pasukan lapis baja berusaha membebaskan pasukan yang telah terkepung selama berminggu-minggu di bandara Luhansk.

Strelkov alias Igor Girkin menyebutkan pasukannya berhasil 2 pasukan lapis baja Ukraina berkekuatan 40 dan 70 tank yang mencoba memasuki kota Luhansk.

Pada hari Jumat (11/7) separatis melancarkan serangan roket Grad terhadap konvoi pasukan Ukraina di Luhansk, menewaskan 19 tentara dan melukai 100 tentara lainnya.

Sehari kemudian serangan mortir menewaskan seorang warga Rusia di kota Donetsk, Provinsi Rostov, Rusia. Atas insiden tersebut Rusia mengancam akan memberikan “konsekuensi yang tidak bisa dirubah”. Ukraina membantah serangan tersebut.

Diperkirakan lebih dari 1.000 orang tewas, baik sipil maupun militer, sejak operasi militer yang dilancarkan Ukraina April lalu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL