basijiBaghdad, LiputanIslam.com — Militer Irak mengklaim berhasil mengusir kelompok militan ISIS dan pendukungnya yang berusaha merebut kilang minyak terbesar Irak di Baiji.

Sebagaimana laporan Reuters yang dikutip BBC hari ini (18/6), seorang pejabat militer Irak mengatakan, sebanyak 40 militan tewas dalam pertempuran memperebutkan kilang tersebut.

“Pasukan keamanan berhasil menggagalkan upaya ISIS untuk menyerang komplek kilang minyak Baiji dan 40 teroris tewas,” kata jubir militer Irak Qasim Ata.

Sementara itu pasukan Irak kini terlibat pertempuran sengit dengan kelompok militan ISIL dan sekutu-sekutunya di Provinsi Diyala dan Salahuddin, setelah ISIL berhasil menduduki kota terbesar kedua Irak, Mosul, minggu lalu.

Serangan atas kilang minyak di Baiji dimulai Rabu dini hari melalui 2 dari 3 pintu utama ke kompleks kilang minyak. Asap tebal mengepul ke udara dari gudang-gudang dan fasilitas kilang yang terbakar.

Namun BBC juga mengklaim, berdasar pengakuan seorang anggota militer Irak, bahwa militan telah menguasai 75% kompleks penyulingan minyak

“Mereka berusaha masuk ke kompleks penyulingan minyak. Kini mereka menguasai unit-unit produksi, gedung administrasi dan 4 menara pengawas, semuanya sekitar 75% dari luas kompleks kilang minyak,” kata seorang pejabat militer Irak yang tidak disebutkan namanya sebagaimana dikutip BBC.

Kota Baiji sendiri telah jatuh ke tangan kelompok militan minggu lalu. Para pegawai ekspatriat termasuk yang berasal dari Inggris, telah dievakuasi. Namun pegawai-pegawai lokal tetap bertahan.

Kilang minyak Baiji memproduksi lebih dari sepermpat produksi minyak Irak yang sebagian besarnya untuk konsumsi domestik.

Ratusan orang diperkirakan telah tewas sejak militan melancarkan serangan hebat minggu lalu. Sebagian dari korban tewas disebutkan sebagai tentara Irak yang tertawan yang dieksekusi secara massal.

Dalam pertempuran di kota Baquba minggu ini sebanyak 44 tahanan di sebuah kantor polisi tewas setelah kantor polisi tersebut diserang militan.

Militer Irak dikabarkan melancarkan serangan udara terhadap posisi militan ISIS di Provinsi Anbar. Sementara di utara, pasukan pemerintah dikabarkan telah berhasil merebut kembali kota Tal Afar yang strategis.

Seorang jubir militer Irak mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa militer tengah bersiap untuk menyerang kelompok militan ISIS di Mosul dan sekitarnya hari, Kamis (19/6) mendatang.

Sementara PM Nouri al-Maliki dalam konperensi pers yang digelar di Baghdad, Rabu (18/6)  mengatakan: “Kami akan melayani mereka yang berfikir bisa mengalahkan proses politik.”

“Saya ingin mengatakan sekali lagi bahwa apa yang terjadi di Irak merupakan kemunduran, namun tidak semua kemunduran adalah kekalahan. Kemunduran ini memungkinkan bangsa Irak memulihkan lagi kecintaannya kepada tanah air,” tambahnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL