bandara tripoliTripoli, LiputanIslam.com — Pertempuran kembali terjadi di bandara Tripoli, Libya, antara kelompok-kelompok bersenjata, Minggu (20/7). Setidaknya 4 orang tewas dalam pertempuran tersebut.

Pertempuran yang melibatkan roket dan tank-tank kembali meletus setelah gagalnya upaya gencatan senjata gagal disepakati. Pertempuran memperbutkan kontral atas bandara yang strategis ini telah terjadi sejak minggu lalu. Beberapa pesawat dikabarkan terbakar dan rusak, sementara bandara pun ditutup sampai waktu yang tidak diketahui.

Pertempuran melibatkan kelompok militan dari Zintan melawan kelompok-kelompok militan lainnya, termasuk dari kota Misrata. Setidaknya 2 dari korban tewas dalam pertempuran hari Minggu adalah warga sipil. Demikian keterangan pejabat lokal sebagaimana dilaporakan BBC.

“Bandara mengalami serangan hari ini, dengan mortir, roket dan tembakan tank,” kata Al-Jilani al-Dahesh, seorang pejabat bandara kepada AFP.

Asap tebal di bandara tampak menjulang tinggi dan terlihat jelas hingga belasan kilometer dari bandara. Pertempuran kali ini merupakan yang paling sengit sejak meletus pertama kali pada tanggal 12 Juli lalu.

Bandara merupakan wilayah strategis yang memberikan keuntungan finansial yang cukup besar bagi kelompok militan yang bisa menguasainya, karena mereka bisa memunguti pajak langsung, atau uang pengamanan dari pemerintah yang lemah.

Sementara pejabat sipil lokal, Mohammed Abdulrahman, mengatakan bahwa penduduk terperangkap dalam situasi yang membahayakan.

“Bom-bom mendarat di sekitar kami dari kelompok-kelompok yang berperang,” katanya.

Pertempuran juga terjadi di jalan raya yang menghubungkan bandara dengan pusat kota Tripoli Akibat aksi-aksi kekerasan tersebut tim dari PBB telah meninggalkan Tripoli melalui jalan darat menuju Tunisia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL