school shellingDonetsk, LiputanIslam.com — Setidaknya 10 orang warga sipil tewas dalam pertempuran terakhir di Donetsk, Rabu (1/10), ketika sebuah sekolah dan halte bus mendapat serangan telak. 40 orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan-serangan itu. Demikian laporan kantor berita RIA Novosti.

Para pejabat dan saksi menyebutkan tidak ada siswa yang menjadi korban, namun 4 orang termasuk guru dan orang tua murid, tewas ketika sebuah bom menghantam sebuah sekolah di Donetsk. Enam orang lagi tewas ketika sebuah minibus yang tengah berhenti di sebuah halte, terkena bom.

Russia Today melaporkan jumlah korban yang tewas semuanya adalah 11 orang.

Sekolah yang terkena tembakan bom tersebut berada di distrik Makiivka, 4 km dari bandara Donetsk yang menjadi ajang pertempuran sengit antara pemberontak melawan pasukan pemerintah Ukraina.

Pertempuran sengit yang telah berlangsung selama beberapa hari ini menandai rapuhnya gencatan senjata yang ditandatangani kedua pihak pada tanggal 5 September lalu, meski kedua pihak masih menganggapnya berlaku.

Serangan tersebut terjadi di hari pertama tahun ajaran baru. Lebih dari 100 sekolah dan TK hancur akibat pertempuran di Ukraina timur sejak April lalu.

Kedua pihak saling menuduh pihak lain sebagai pelaku serangan tersebut. Pemerintah lokal Ukraina menuduh pemberontak telah menembakkan roket terhadap 2 sasaran tersebut. Namun deputi ketua Donetsk People’s Republic (DPR) Andrei Purgin menuduh pasukan Ukrainalah yang melakukan serangan tersebut sejauh 40 km.

Para pemberontak pro-Rusia menguasai sebagian besar wilayah Donetsk dan telah melancarkan beberapa kali serangan untuk merebut kembali bandara Donetsk dari tangan pasukan Ukraina.

Jubir militer Ukraina Andriy Lysenko mengatakan kepada wartawan bahwa bandara tersebut masih berada di bawah kekuasaana pasukan Ukraina. Namun pemimpin pemberontak mengatakan kepada wartawan bahwa pasukannya akan merebut bandara itu dalam beberapa hari ini.

Konflik terbuka pecah di Ukraina timur, khususnya di wilayah Donetsk dan Luhansk setelah kedua wilayah ini menyatakan pimisahan diri dari Ukraina dan pemerintah Ukraina membalasnya dengan menggelar operasi militer bulan April lalu. Ribuan orang telah tewas sejak saat itu dan jumlah yang lebih besar lagi kini menjadi pengungsi di tempat-tempat lain terutama Rusia.

Sekitar 200 orang termasuk 70 murid berada di sekolah nomor 57 tersebut saat terjadi serangan. Dari 4 korban jiwa, setidaknya seorang guru dan seorang wali murid tewas akibat serangan tersebut.

BBC melaporkan dari beberapa sekolah yang ada di wilayah berdekatan, jumlah murid yang datang untuk belajar jauh lebih sedikit dari sebelumnya sebelum terjadinya konflik. Pelajaran sendiri telah tertunda selama sebulan akibat konflik. Suara-suara dentuman meriam terdengar di kejauhan.

 

Sekjend NATO Baru

Sementara itu pada hari Rabu (1/10) NATO telah memilih pemimpinnya yang baru, Jens Stoltenberg. Mantan Perdana Menteri Norwegia ini akan menjabat sebagai sekjen organisasi pertahanan Atlantik utara itu selama 4 tahun ke depan. Ia menggantikan Anders Fogh Rasmussen.

Menyebut konflik di Ukraina sebagai tantangan berat dan ancaman keamanan yang serius, Stoltenberg menegaskan perlunya sikap tegas NATO terhadap Rusia sebagaimana dilakukan pendahulunya.

“Hanya dengan NATO yang kuat, kita bisa membangun hubungan yang konstruktif dengan Rusia,” katanya.

Ia pun menyebut Rusia telah menunjukkan itikad baiknya dalam konflik di Ukraina dengan mengikuti aturan internasional.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL