irinaSochi, LiputanIslam.com — Perselisihan mewarnai pembukaan Olimpiade musim dingin 2014 yang berlangsung di kota Sochi, Rusia, Jumat waktu setempat (7/2) atau Sabtu waktu Indonesia (8/2).

Adalah mantan atlet ski yang kini menjadi anggota parlemen Rusia, Irina Rodnina, yang menjadi sumber dari afmosfir perselisihan tersebut. Pada bulan September lalu ia membuat kehebohan diplomatik internasional setelah memposting gambar di akun “Twitter”-nya yang memperlihatkan Presiden Barack Obama dan ibu negara Michele Obama terbelalak matanya melihat buah pisang ranum. Oleh panitia ia dipercaya untuk menjadi pembawa obor Olympiade.

Gambar yang diposting Irina kontan membuat marah jajaran pemerintahan Amerika. Dubes Amerika untuk Rusia Michael McFaul berkomentar pedas dengan menyebutkan tindakan Irina sebagai “tindakan keji yang hanya memalukan parlemen dan negaranya.”

Rodnina pun membalas komentar pedas tersebut dengan komentar yang singkat dan menolak untuk meminta ma’af.

“Kebebasan berekspresi adalah harga mati,” katanya.

Untuk menghindari kemarahan Amerika sebelum berlangsungnya pembukaan, panitia masih merahasiakan peran Irina dalam pembukaan hingga Jum’at malam atau menit-menit akhir pesta pembukaan.

“Pertikaian” ini merupakan kelanjutan dari beberapa “insiden” sebelumnya terkait hubungan Amerika-Rusia yang memanas akhir-akhir ini karena krisis politik di Ukraina dimana keduanya berada pada posisi saling berlawanan: Amerika mendukung demonstran anti-pemerintah dan Rusia mendukung pemerintah.

Sehari sebelum pembukaan Olimpiade Sochi muncul rekaman pembicaraan antara pejabat Deplu Amerika Victoria Nuland dengan dubes Amerika di Ukraina Geoffrey Pyatt. Rekaman yang muncul di Youtube! tersebut tidak saja mempermalukan Amerika karena keterlibatan yang vulgar dalam konflik di Ukraina, melainkan juga mempermalukan Amerika di hadapan sekutu utamanya, Uni Eropa.

Dalam rekaman tersebut terdengar Nuland mengumpat Uni Eropa atas tindakan-tindakannya yang tidak sesuai keinginan Deplu Amerika. Tidak kurang Amerika harus meminta ma’af kepada sekutu-sekutunya atas rekaman tersebut disertai tuduhan kepada Rusia sebagai pihak yang membocorkan rekaman tersebut.

Sebagai bagian dari “perselisihan” tersebut, pada hari Jumat (7/2) Amerika pun mengeluarkan peringatan kepada warganya yang bertandang ke Rusia, termasuk mereka yang datang ke lokasi pertandingan olimpiade.(ca/press tv/afp)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL