Potret pasangan Palestina, Muaz Rukup dan Hedil Naccar, petugas medis yang bekerja aktif selama aksi Great March of Return saat merayakan pernikahan mereka di Gaza pada 2 Mei 2018. Sumber: Anadolu Agency

Istanbul,LiputanIslam.com—Blokade Israel di West Bank telah memisahkan sepasang kekasih dan menghancurkan rencana pernikahan mereka yang akan digelar di Istanbul, Turki.

Portal berita Anadolu Agency mengungkap pasangan itu adalah seorang jurnalis bernama Mohammed Khairi dan Majdouline Hassouna. Sebelumnya, dua pasangan ini akan menggelar acara pernikahan pada Senin (20/8) kemarin.

Hassouna, yang tinggal di wilayah kependudukan Israel West Bank dicegah pergi menuju Istanbul. Khairy diketahui berasal dari Kota Baqa al-Gharbiya, sementara Hassouna berasal dari desa Beit Imrin, West Bank, Provinsi Nablus.

Sejauh ini, rezim kependudukan Israel mengendalikan semua terminal di West Bank dan sering kali melarang orang-orang Palestina pergi keluar.

Pada umumnya, orang-orang Palestina tidak diperbolehkan bepergian melalui bandara Israel, Ben Gurion, atau berlayar melalui semua pelabuhan-pelabuhan Israel.

Kepada Anadolu Khairi mengeluhkan,”Rezim Israel berusaha mencegah perkawinan kami.”

Baca: Menakar Pencapaian Aksi Great March of the Return

Pada Minggu lalu, para petugas Israel telah menolak izin Hassouna pergi dari terminal Al-Karama yang terletak antara West Bank dan Yordania. Dia ditahan selama enam jam, sementara Khairy telah tiba di Istanbul melalui bandara Ben Gurion karena memiliki paspor Israel.

Malangnya, Khairy telah menyusun rencana kejutan untuk kekasih hatinya di bandara  Istanbul.

“Kami telah bahagia saat merayakan pernikahan di Nablus, dan kami mulai melukis tahapan awal hidup kami,” ucapnya, sambil menyebut blokade Israel tak bermoral dan illegal. (fd/Memo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*