Sumber: suaramuhammadiyah.id

Makassar, LiputanIslam.com– Direktur Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah (PPPUM) Wilayah Sulawesi Selatan, Abdul Kadir Arief mengatakan bahwa Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indoneisa (HUT RI) ke-74 tahun 2019 hendaknya menjadi momentum untuk kembali bersatu sebagai sesama anak bangsa. Merekatkan silaturahmi dan menjauhi permusuhan.

Demikian hal itu disampaikan Abdul Kadir pada saat memimpin upacara Peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Indoors Pondok Pesantren Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulsel, Makassar, seperti dilansir suaramuhammadiyah.id, pada Minggu (18/8).

“Tidak boleh pecah belah hanya karena perbedaan pandangan politik dan kepentingan jangka pendek, sehingga kedaulatan, kemandirian, ketahanan kita makin kuat dan solid,” ucapnya.

Menurutnya, kegiatan upacara itu bukan hanya seromonial belaka namun ada makna dan nilai yang lebih dalam. Pesantren sebagai salah satu komponen bangsa dalam dunia pendidikan sudah seharusnya ikut andil menjaga perjalanan sejarah bangsa dan ikut memajukannya.

“Dalam konteks berpesantren kita merupakan bagian dari warga negara yang menjalankan peran pengabdian dan peran kesejahteraan. Semua kita perlu memberi konstribusi positif bagi hadirnya kondisi kemajuan dan semangat ber-fastabiqul khairat,” ungkapnya.

Baca: Presiden Jokowi Pimpin Upacara HUT RI ke-74 di Istana Merdeka

Sementara di tempat berbeda, Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi menghimbau generasi muda untuk senantiasa melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi orang banyak. Melakukan hal positif dalam rangka mengisi kemerdekaan karena kemerdekaan itu tidak diraih tidak dengan mudah. Tapi melalui perjuangan panjang dengan mengorbankan harta jiwa dan raga.

“Meneladani semangat juang yang dicontohkan para pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekaan Indonesia.Semogaa semangat itu dapat terus ditularkan dari generasi ke generasi dengan terus berprestasi dan melaksanakan hal-hal positif,” ucapnya. (aw/SM/riaupos).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*