Gaza, LiputanIslam.com–Setidaknya sejumlah 525 warga Palestina terluka di perbatasan Gaza akibat dari serangan pasukan militer Israel kepada demonstran di peringatan hari Al-Quds pada Jumat (8/6/18).

Tentara Israel dilaporkan menembakkan peluru dan  gas air mata kepada demonstran tak bersenjata yang menuntut pencabutan blokade selama 11 tahun di tempat tinggal mereka. Terdapat 3 jurnalis yang juga menjadi target serangan itu ketika tengah mencoba meliput kejadian ini.

Menurut informasi dari Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 7 orang berada dalam kondisi kritis.

Aktivis di lapangan di Khan Younis melaporkan bahwa tentara Israel juga menyerang ambulans dengan bom gas.

Faksi-faksi Palestina, komunitas anak muda, dan figur nasional Palestina bersama-sama menyerukan masyarakat untuk berpartisipasi dalam demo di Jumat terakhir bulan Ramadan itu. Selain di Gaza, aksi juga digelar di Tepi Barat.

Terdapat setidaknya 123 warga Gaza yang terbunuh di aksi unjuk rasa Great March of Return yang dimulai sejak 30 Maret tahun ini. Unjuk rasa ini digelar untuk menuntut hak kepemilikan tanah sendiri, pencabutan blokade, dan juga protes terhadap pembukaan kedubes AS untuk Israel yang dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem Al-Quds. (ra/mintpress)

*Foto: Petugas medis merawat anak Palestina yang terkena gas air mata dalam aksi protes di dekat Beit Lahiya, Jalur Gaza, pada 14 Mei 2018. (AP/Dusan Vranic)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*