bendera suriah dalam mandat prancisLiputanIslam.com — FSA, atau Tentara Pembebasan Suriah  telah mengkonfirmasi adanya penunjukkan pemimpin baru yaitu Brigadir Jenderal Abdel Ilah al – Bashir, meskipun sebelumnya Jenderal Salim Idriss menolak untuk mundur. FSA menegaskan “pemberhentian Idriss dan penunjukan Bashir sebagai kepala Dewan Agung Militer,” dalam sebuah pernyataan, pada hari Jumat (7/3)

Bashir, yang membelot dari tentara pemerintah untuk bergabung dengan pemberontak yang berperang di Suriah bagian selatan, mulanya ditunjuk untuk memimpin FSA pada pertengahan Februari.

Namun Idriss dan beberapa komandan senior di lapangan menolak atas  pemecatan terhadap dirinya, dan mengatakan hal tersebut “tidak demokratis’ dan “kudeta.”

Dewan Militer FSA mencopot Idriss dari jabatannya pada bulan Februari, dengan alasan “kesulitan yang dihadapi revolusi Suriah” dalam pertempuran untuk menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad.

Idriss dan sekutu-sekutunya menyalahkan menteri pertahanan oposisi Assaad Mustafa atas pencopotannya. Namun awal pekan ini, kepala oposisi Ahmad Jarba telah bertemu dengan beberapa pemimpin militer, termasuk Idriss dan Mustafa.

Dalam pertemuan tersebut disepakati baik  Idriss maupun Mustafa akan berhenti dari posisi mereka dan Idriss dijadikan penasihat militer untuk Jarba. FSA dianggap sebagai kelompok “moderat”  dalam tubuh pemberontak, yang didukung oleh negara Barat. FSA pernah menjelma menjadi oposisi bersenjata terkuat di Suriah, tapi kini telah digilas oleh faksi jihad lainnya. (LiputanIslam.com/al-akhbar/af)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*