putin abbottBeijing, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengingkari janjinya untuk “melabrak” Presiden Rusia Vladimir Putin terkait kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH17 yang menewaskan 38 warga Australia di Ukraina, 17 Juli lalu.

Selama ini Australia bersama Ukraina dan negara-negara barat menuduh pemberontak Ukraina sebagai penembak jatuh pesawat MH17 dengan menggunakan senjata yang dipasok Rusia. Sementara Rusia menuduh Ukraina lah pelakunya.

Abbott beberapa waktu lalu mengumumkan bahwa ia akan “melabrak” Putin jika keduanya bertemu, untuk meminta pertanggungjawaban Putin atas musibah tersebut. Ia bahkan menggunakan istilah “shirtfront”, istilah dalam permainan baseball yang berarti menarik leher lawan dan menjatuhkannya. Namun ternyata tidak ada “shirtfront” sama sekali ketika Abbot bertemu Putin dalam KTT APEC di Beijing.

Setidaknya Abbott telah bertemu Putin 2 kali di sela-sela pertemuan, namun tidak ada konfrontasi sama sekali, meski keduanya juga membicarakan masalah kecelakaan MH17.

Dalam pertemuan kedua yang lebih lama pada hari Selasa (11/11), selama 15 menit, wakil delegasi Rusia mengatakan bahwa “kecelakaan pesawat Malaysia Airlines menjadi topik utama diskusi.” Ketika dikonfirmasi apakah Abbott benar-benar melabrak Putin, jubir pemerintah Rusia Dmitry Peskov mengatakan, “ia (Abbott) sepertinya tidak mencobanya.”

Sementara itu jubir Tony Abbott mengatakan Abbott telah mengatakan kepada Putin untuk mengikuti preseden yang ditetapkan Amerika Serikat saat secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat sipil milik Iran di tahun 1988. Saat itu, Amerika Serikat meminta maaf dan memberikan ganti rugi yang tepat.

“Abbott meminta Putin untuk melakukan hal tersebut,” ujar pernyataan tersebut.

“Abbott juga mengatakan kepada Putin bahwa Australia telah memiliki informasi yang menyebutkan pesawat MH17 ditembak rudal.”

Abbott dan Putin dilaporkan setuju bahwa semua informasi yang relevan harus diberikan untuk keperluan penyelidikan independen. Selain itu, penyelidikan harus dilanjutkan dengan dukungan penuh dari masyarakat internasional.

Sementara itu pemberitaan antara Abbott dan Putin tidak terlalu mendapat tanggapan dari media-media Rusia. Berita-berita lebih menyoroti pertemuan Putin dengan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama. Kantor berita Pravda mengatakan pertemuan antara Putin dan Abbott merupakan kewajaran.

Menurut laporan yang didapat, pertemuan antara petinggi Australia dan Rusia tersebut tidak terlalu digubris oleh warga.

Abbott kembali akan bertemu dengan Putin dalam pertemuan G20 di Brisbane segera setelah pertemuan APEC berakhir. Mungkin kali ini Abbott akan lebih berani untuk melabrak Putin karena berada di negaranya sendiri.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL