ibadah hajiJakarta, LiputanIslam.com — Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin melakukan berbagai terobosan baru dalam penyelenggaraan ibadah haji, yang bertujuan, agar pelaksanaan haji lebih maksimal. Selama ini, jalannya ibadah haji masih jauh dari harapan, lantaran sering ditemui kendala seperti pemondokan yang letaknya jauh dengan Masjidil Haram, masalah katering, sampai dengan pelayanan petugas haji yang belum maksimal.

Berikut ini, langkah-langkah yang akan ditempuh oleh Menteri Lukman, seperti dikutip dari merdeka.com;

Pertama, jemaah haji akan mendapatkan makanan di Madinah. “Untuk 2015 nanti, setiap jemaah haji kita mendapat bagian yang akan memperoleh makan selama tinggal di Madinah yang selama ini tidak ada,” ujar Lukman.

Selain itu, komponen tambahan tersebut juga akan diberlakukan untuk pemondokan di Arafah. Menurut dia, pihaknya akan meningkatkan kualitas pemondokan seperti pemasangan Air Conditioner (AC) serta penggantian karpet yang telah lusuh.

“Ini aspirasi dari jemaah haji kita dari tahun ke tahun. Selain itu juga ketentuan dari Pemerintah Arab Saudi ketika menerapkan e-hajj harus ada jaminan setiap jemaah makannya bagaimana,” kata dia.

Lukman mengakui penambahan komponen tersebut dapat berdampak pada semakin meningkatnya anggaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Untuk itu, Lukman akan membahas peningkatan anggaran ini dengan DPR secepatnya. Solusinya, anggaran tersebut dapat diambil dari sumber lain.

Kedua, membentuk tim survei harga untuk penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 2015. Hal ini dimaksudkan untuk menekan adanya potensi pembengkakan BPIH.

Lukman mengatakan, tim ini akan bekerja menjalankan survei harga komponen BPIH seperti pemondokan, transportasi, serta konsumsi yang ada di lapangan. Menurut dia, hasil survei tersebut akan digunakan Kemenag untuk menentukan besaran BPIH tahun 2015.

“Ketika kita menetapkan harga, kita berpatokan pada hasil survei yang berasal langsung dari lapangan,” ungkap dia.

Selanjutnya, jelas Lukman, langkah ini juga dimaksudkan untuk menekan potensi korupsi. Ini lantaran harga yang digunakan dalam pengadaan komponen BPIH bukan harga asumsi melainkan harga yang sebenarnya.

Ketiga, pemerintah berencana akan menerapkan syarat tambahan bagi seseorang yang akan melaksanakan ibadah haji tahun 2015. Jika selama ini istita’ah (syarat kemampuan berhaji) hanya dipandang berdasar pada kemampuan finansial, maka mulai tahun ini kemampuan fisik juga akan dijadikan syarat.

Lukman mengatakan hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi membesarnya jumlah jemaah yang meninggal saat menjalankan ibadah haji. Menurut dia, pemerintah akan melakukan seleksi jauh-jauh hari sebelum jemaah diperbolehkan berangkat haji. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL