captagon arrestDamaskus, LiputanIslam.com — Konflik berkepanjangan di Suriah telah mengubah negara itu menjadi penghasil sekaligus pemakai obat-obatan terlarang terbesar di dunia. Demikian laporan beberapa media internasional sejak awal tahun ini.

“Insight: War turns Syria into major amphetamines producer, consumer”, demikian judul laporan kantor berita Inggris Reuters tgl 12 Januari lalu.

“Captagon: the amphetamine fuelling Syria’s civil war”, demikian laporan lainnya oleh The Guardian tgl 13 Januari.

Media independen Perancis, Voltaire Network, Rabu kemarin (2/4) kembali mengeluarkan laporan singkat tentang penangkapan Captagon besar-besaran oleh aparat keamanan Suriah. Bahan dasar obat-obatan terlarang tersebut disita dalam dalam jumlah besar oleh militer Suriah dalam 2 hari berturut-turut. Penangkapan pertama adalah satu mobil yang dipenuhi dengan tablet Captagon, disusul dengan penangkapan satu truk tanki yang berisi lebih dari satu ton Captagon.

“Sementara media-media barat dan negara Teluk berusaha membuat orang percaya bahwa para mujahidin mendapatkan kekuatannya dari membaca Al Qur’an, penangkapan ini menunjukkan bahwa dalam kenyataannya mereka mengkonsumsi Captagon.

Captagon (Fenetylline hydrochloride) adalah bahan dasar amphetamine yang menimbulkan euphoria dan menghilangkan sakit. Dicampur dengan bahan-bahan lain seperti hashish, ini menjadi salah satu ransum utama para mujahidin. Dengannya mereka tidak merasakan sakit saat terluka, tidak merasakan letih meski bertempur lama, sekaligus mampu membuat mereka malekukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh manusia normal, seperti pembunuhan-pebunuhan keji di luar perikemanusiaan.

Menurut laporan Voltaire Network laboratorium pengolah Captagon didirikan oleh NATO di Bulgaria sejak tahun 2011. Namun kini bahan itu juga telah diproduksi di seluruh Timur Tengah termasuk Suriah.(ca/voltairenet.org/reuters/guardians)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*