iran weapons irakLiputanIslam.com — Medan perang Irak antara kelompok teroris ISIS melawan tentara Irak dan milisi-milisi pro-pemerintah Irak, menjadi ajang pertempuran lain, yaitu antara senjata-senjata AS dan sekutu-sekutunya, melawan senjata-senjata Iran.

Bahwa persenjataan kelompok ISIS adalah senjata-senjata buatan AS dan sekutu-sekutunya, sudah banyak diketahui orang. Contoh paling menyolok adalah truk-truk SUV dengan senapan mesin yang dipamerkan kelompok ISIS ketika menyerang Irak tahun 2014 lalu, yaitu Toyota Hilux yang dibuat di AS.

Truk-truk itu, dalih AS, awalnya diberikan kepada para pemberontak ‘moderat’ di Suriah. Namun ketika truk-truk itu sampai di tangan para pemberontak itu, seketika mereka berubah menjadi kelompok teroris ISIS.

Namun belum banyak yang diketahui publik bahwa dalam pertempuran di Irak saat ini, senjata-senjata Iran banyak digunakan pasukan pemerintah Irak. Pasti karena inilah pemerintah Irak mengesampingkan peran AS dalam pertempuran melawan ISIS di Tikrit yang saat ini masih berlangsung dengan sebagian besar wilayah itu berhasil direbut pasukan Irak dan milisi-milisi pro-pemerintah.

Barang-barang buatan AS dan sekutu-sekutunya yang dimiliki kelompok ISIS tidak hanya dalam bentuk persenjataan, namun hingga bentuk barang-barang ‘tetek bengek’ seperti buku catatan dan tenda tempat para teroris itu berlindung dari panas matahari dan dingin malam.

Di sisi lain, kantor berita The Associated Press baru-baru ini melaporkan bahwa Iran telah menggelontorkan sejumlah besar persenjataan senilai $10 miliar, atau lebih dari Rp 130 triliun, untuk Irak. Kebanyakan senjata-senjata itu adalah senjata-senjata untuk pertempuran kota seperti senapan serbu, senapan mesin berat dan peluncur roket.

Hal ini diperkuat oleh laporan wartawan independen Adam Rawnsley dalam laporannya yang ditulis di situs ‘War is Boring’, 15 Maret lalu berjudul ‘Iranian Weapons Pour Into Embattled Tikrit’.

Dalam laporannya itu Rawnsley menyebutkan berbagai jenis senjata buatan Iran yang terlibat dalam pertempuran di Tikrit, dari kendaraan taktis ‘Safir’ yang dikendarai oleh para pejuang yang mengibarkan bendera Hizbollah, sistem peluncur roket ‘Hadid’, hingga tank tempur utama Rusia T-72 versi Iran.

“Sebagai tanda kehadiran militer Iran yang terus bertambah di Irak, senjata-senjata Iran tampak di mana-mana dalam serangan terhadap kota Tikrit,” tulis Rawnsley.

Dengan alasan sosial dan politis, yaitu demi tidak memprovokasi ketegangan sektarian Sunni-Shiah serta menyinggung saingan-saingan Iran, terutama regim-regim wahabi di Timur Tengah, para pejabat Iran tentu saja enggan untuk mengakui keberadaan senjata-senjata itu. Namun keberadaan senjata-senjata itu tidak bisa dibantahkan. Beberapa senjata buatan Iran itu terkadang bahkan masih memiliki tanda bendera Iran.

Namun seperti keberadaan panglima pasukan khusus Iran, Jendral Qasem Soleimani yang dibiarkan setengah terbuka, Iran juga ingin memberikan pesan kepada dunia, bahwa Iran tidak bisa dikesampingkan begitu saja dalam urusan Irak dan negara-negara di kawasan lainnya.

Mengimbangi kendaraan taktis tempur Toyota Hilux milik ISIS, ‘Safir’ sanggup membawa persenjataan-persenjataan ampuh. Selain senapan mesin, umumnya ‘Safir’ dilengkapi dengan peluncur roket Fajr-1. Meski bukan jenis rudal yang bisa dikendalikan, 12 roket yang mampu ditembakkan sekaligus membuat Fajr-1 menjadi senjata mematikan bagi ISIS.

‘Safir’ sendiri dijiplak dari kendaraan taktis AS Jeep M-38 dan Jeep M-151 yang legendaris.

Keberadaan senjata-senjata Iran itu pertama kali diketahui publik internasional pada bulan Agustus 2014 lalu ketika media-media sosial internasional mengabarkan tank-tank M-60 Iran yang melintasi perbatasan Irak di kota Khaneghein. Kemudian pada awal Maret lalu situs militer ‘Oryx’ mempublikasikan gambar tank-tank T-72 Iran yang berparade di dekat Tikrit.

Iran dikabarkan memiliki 380 tank-tank pengembangan T-72B yang dilengkapi dengan lapis baja aktif. Dengan senjata-senjata berat itu tidak berlebihan jika para pejabat Irak berani sesumber bahwa mereka tidak membutuhkan AS dalam perang melawan ISIS.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*