tank-tank Turki di Suriah

LiputanIslam.com—Selama bulan Februari 2017 ini, minimalnya ada dua peperangan besar internal di antara kelompok pemberontak. Sepekan yang lalu (23 Februari), kelompok Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) yang merupakan jaringan Al Qaida berhasil menundukkan kelompok Liwa’ Al-Aqsa yang merupakan jaringan ISIS. Sebelumnya, di Al Bab, tentara Turki yang bersama-sama Free Syrian Army berperang melawan ISIS, mengalami kekalahan. Sebanyak 64 tentara Turki tewas dan 386 orang terluka. Sementara FSA kehilangan 469 petempur dan 1.712 terluka.

Konflik berdarah di antara kelompok-kelompok milisi bersenjata di daerah pinggiran Hama terjadi dua pekan, sampai akhirnya kelompok Liwa’ Al-Aqsa ditaklukkan oleh HTS. Lebih dari 300 pemberontak tewas dalam pertarungan internal ini, sebagian besar mereka adalah tawanan yang berasal dari Jaish Al-Nasr. Sekitar tiga konvoi milik koalisi HTS dilaporkan disergap di dekat Khan Sheikhoun.

Dihadapkan pada kemungkinan bahwa pengepungan akan berlarut-larut seperti yang terjadi di Kafraya dan Foua’a, HTS pun bernegosiasi dengan Liwa ‘Al-Aqsa menawarkan jalan keluar yang aman terhadap wilayah ISIS di Hama timur. Sebagai imbalannya, Liwa ‘Al-Aqsa akan melepaskan tawanan HTS dan menyerahkan senjata dan kendaraan berat.

Namun, sebelum evakuasi rombongan terakhir milisi Al-Aqsa, kelompok itu membakar semua alat berat agar tidak bisa dimanfaatkan oleh pemberontak saingannya. Evakuasi dilaporkan terjadi di sepanjang jalan raya Ithriya yang dikendalikan tentara Suriah dimana sejumlah konvoi milik kelompok teroris disergap oleh tentara Suriah.

Liwa’ Al-Aqsa diperkirakan beranggotakan 1000-2000 orang yang kemudian bergabung dengan ISIS di Raqqa. Di Raqqa, ISIS bertempur melawan pasukan Kurdi, Syrian Democratic Forces (SDF).

Petualangan Turki di Al Bab

Turkey mulai menginvasi Suriah, tepatnya di kawasan di antara Aleppo dan sungai Eufrat sejak 6 bulan yang lalu. Tujuannya adalah untuk mencegah pasukan Kurdi Suriah menguasai koridor di sepanjang perbatasan Turki karena ini akan menutup jalan bagi campur tangan Turki di Suriah. Turki menyewa ‘pemberontak’ yang tadinya bertempur melawan tentara Suriah, untuk diterjunkan dalam perang melawan ISIS dan Kurdi. Di antara milisi yang disewa Turki adalah Ahrar al-Sham dan FSA.

Dalam 3 bulan pertama, kemajuan yang dicapai cukup besar. ISIS bisa disuap untuk mundur dari wilayah utara Suriah tanpa bertempur dan Turki pun masuk. Tetapi di bulan Desember, Turki masuk ke Al-Bab, sebuah kota di selatan provinsi Aleppo yang dihuni 60.000 orang. Di sini, ISIS melakukan perlawanan dan peralatan tempur pasukan Turki dihancurleburkan. Pasukan bayaran dari FSA pun menolak bertempur.

Puncak pertempuran terjadi pada bulan Februari. Pada tanggal 16 Februari, sebanyak 64 tentara Turki tewas dan 386 orang terluka. Sementara FSA kehilangan 469 petempur dan 1.712 terluka. Sebanyak 30 tank Turki dihancurkan dan 20 kendaraan pembawa pasukan juga hancur. Namun Turki menolak mundur karena pertempuran melawan ISIS diperlukan Erdogan untuk menjaga citranya di dalam negeri. Turki mengirimkan 3000 pasukan tambahan.

Sementara itu, pemerintah Suriah berkonsentrasi mengusir para teroris yang masih bercokol di sekitar Damaskus dan bergerak mengambil alih Palmyra. Rencana operasi besar juga dipersiapkan. Namun yang jelas, tentara Suriah terbantu oleh perperangan yang saling menghancurkan di antara milisi-milisi takfiri.

Dan di akhir Februari, Turki mengklaim telah menguasai Al Bab. Tentara Suriah pun merangsek masuk, awalnya menaklukkan ISIS di distrik Tadaf. Namun kedatangan tentara Suriah langsung dihadapi oleh tentara Turki dan terjadi pertempuran sengit di antara kedua pihak. (dw/almasdar/moonofalabama)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL