mursi

LiputanIslam.com — Mesir masih bergolak. Bentrokan pecah pada Jumat  (21/2) di Mesir antara pendukung Presiden terkudeta Muhammad  Mursi  yang sedang berpawai versus pendukung militer di Maadi dan di kota Nasr.

Di Maadi, bentrokan dari kedua kubu terjadi dengan saling melempar batu. Pihak keamanan menggunakan gas air mata untuk melumpuhkannya. Selain itu, di kota Fayoum juga diwarnai keributan dari kedua belah pihak yang bertikai dengan  saling melempar dengan batu dan kembang api. Lagi-lagi, gas air mata yang bisa membubarkan mereka.

Pada hari Jum’at, pendukung Ikhwanul Muslimin melakukan pawai. Pertengkaran terjadi antara kelompok Mohandissen pro – tentara dan pengunjuk rasa pro – Ikhwanul Muslim yang melakukan aksi-aksi setelah shalat Jum’at. Dari pihak pro Ikhwanul Muslimin, mereka meneriakkan slogan-slogan anti-militer dan  slogan-slogan menentang Menteri Pertahanan Abdel Fattah al – Sisi. Para pengunjuk rasa meneriakkan: ‘We will not live as slaves for your sake, we will set you free against your will’ (Kami tidak akan hidup sebagai budak untuk kepentingan Anda, kami akan mem-pensiunkan Anda dan akan menentang  keinginan Anda). Mereka juga mengangkat gambar Mursi  dan simbol Rabia.

Sejauh ini pihak Ikhwanul Muslimin dan Aliansi Nasional yang mendukung Muhammad Mursi menegaskan bahwa sikap mereka tidak berubah, walaupun terdengar isu bahwa pihak IM menyetujui roadmap yang diajukan oleh otoritas transisi setelah penggulingan Mursi dari kursi kepresidenan tahun lalu. Seperti yang dikabarkan Turkish Anadolu Agency, dan dikutip oleh Egypt Independent, Muhammaad Ali Beshr selaku pemimpin aliansi dan mantan menteri pembangunan daerah menyatakan bahwa pihaknya menolak kudeta terhadap Mursi. (LiputanIslam.com/AF)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Comments are closed.

Positive SSL