anti gay marriageParis, liputanislam.com — Pemerintah Perancis akhirnya menunda penetapan RUU anti-keluarga setelah mendapat penentangan massal rakyat Perancis. Keputusan tersebut diambil pemerintah sehari setelah puluhan ribu massa di kota Paris dan Lyon melakukan aksi demonstrasi menentang rencana undang-undang yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai tradisi sosial dan agama tersebut.

“Pemerintah tidak akan mengajukan RUU reformasi keluarga hingga akhir tahun,” kata Perdana Menteri Jean-Marc Ayrault di kantornya, hari Senin waktu setempat (3/2).

Dalam RUU tersebut terdapat pasal-pasal yang kontroversial, di antaranya legalisasi pernikahan sesama jenis dan aborsi. Para demonstran menuduh pemerintahan Presiden Francois Hollande mengidap phobia-keluarga sehingga mengajukan RUU tersebut. Hollande sendiri dikenal sebagai antifis anti-keluarga dengan gaya hidupnya yang membujang dan memilih hidup berpasangan tanpa menikah (kumpul kebo).

Para demonstran penentang RUU tersebut juga menuntut pemerintah untuk membubarkan sekolah-sekolah “percontohan” yang mengajarkan kesamaan gender total.

Aksi demonstrasi yang digelar di Paris dan Lyon digalang oleh gerakan anti-homoseksual “La Manif Pour Tous” (Demonstrasi untuk Semua). Pada tgl 26 Januari lalu, dengan mengusung tema “Hari Kemarahan”, para penentang RUU terlibat bentrokan sengit dengan aparat keamanan di Paris. Mereka memanfaatkan sentimen anti-Hollande yang meningkat tajam seiring terbongkarnya kasus perselingkuhannya dengan seorang aktris Perancis. Aksi tersebut dilanjutkan dengan aksi demonstrasi yang tidak kalah ramai di Paris dan Lyon tgl 2 Februari lalu.

Hollande yang naik ke kursi kekuasaan bulan Mei 2012 menjadi presiden yang paling tidak popoler saat ini. Selain kegagalannya mewujudkan janjinya semasa kampanye untuk meningkatkan kesejahteraaan warga Perancis, gaya hidup free sex-nya juga telah menyinggung martabat warga Perancis yang masih menghormati nilai-nilai tradisi agama.

Perancis, di masa lalu adalah negara yang sangat kental dengan nilai-nilai tradisi kekristenannya yang menentang homoseksual dan seks bebas.

Sebuah jajak pendapat yang digalang oleh Ipsos-Steria dan dipublikasikan media Perancis Le Monde baru-baru ini menunjukkan bahwa sekitar 85 persen warga Perancis merasa pesimis dengan kepemimpinan Hollande.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL