2012MPAR001_002_642.jpgParis, LiputanIslam.com — Perancis tetap akan menjual kapal perang canggih ke Rusia di tengah tekanan sekutu-sekutunya untuk membatalkan penjualan tersebut terkait krisis Ukraina yang melibatkan Rusia.

Menlu Perancis Laurent Fabius menegaskan hal tersebut dengan dalih pembatalan penjualan kapal tersebut akan menciptakan banyak pengangguran bagi Perncis.

“Kontraknya telah ditandatangani tahun 2011, itu mewakili banyak lapangan kerja dan karenanya akan tetap dilanjutkan,” tulis Fabius di akun Twitter-nya, Kamis (5/6).

Presiden AS Barack Obama telah menyatakan keprihatinannya atas kontrak penjualan 2 kapal perang canggih Kelas Mistral tersebut, yang salah satunya sudah harus diserahkan tahun ini. Kedua kapal pengangkut helikopter tersebut bernilai $1,6 miliar atau sekitar Rp17 triliun.

Pemerintah Perancis mendapatkan tekanan dari dalam maupun luar negeri terkait dengan kontrak tersebut. Kedua kapal perang tersebut rencananya akan dikirim ke pangkalan Rusia di Krimea, wilayah yang baru melepaskan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia. Baik Perancis maupun negara-negara barat tidak mengakui penggabungan Krimea ke Rusia.

Obama, meski mengakui pentingnya kontrak penjualan tersebut mendesak agar Perancis membatalkannya sementara.

“Saya rasa labih baik untuk menekan tombol “pause”,” kata Obama.

Sementara para aktifis pro-Ukraina bereaksi lebih keras.

“Darah teman-teman kita (di Ukraina) tidaklah murah,” tulis pengikut kicauan Laurent Fabius.

“Jadi pekerjaan bagi Perancis lebih penting daripada nyawa orang Ukraina?” tulis pengikut lainnya.(ca/bbc/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL