france-pollutionParis, LiputanIslam.com — Polusi yang dianggap sudah terlalu membahayakan memaksa pemerintah Perancis melakukan larangan penggunaan kendaraan bermotor di ibukota Paris dan sekitarnya.

Ribuan kendaraan, pada hari Senin (17/3), dilarang memasuki jalanan di seluruh Perancis dan 22 arena di sekelilingnya, sebagai upaya untuk mengurangi polusi udara yang mengancam kesehatan. Di bawah ketentuan tersebut, sebanyak 700 polisi di 60 pos penjagaan, memastikan hanya mobil dengan nomor genap yang dibolehkan berjalan.

Setelah ini pemerintah akan menganalisa lagi tingkat polusi sebelum menutuskan akan meneruskan pembatasan kendaraan atau tidak. Jika dianggap perlu dilanjutkan, maka besok Selasa (18/3) hanya mobil dengan nomor plat genap yang diperbolehkan berjalan.

Ini adalah langkah pertama yang dilakukan pemerintah dalam 2 dekade terakhir, setelah polusi udara di Paris melebihi batas ambang dalam 5 hari terakhir.

Pada 14 Maret, partikel polutan di udara Paris mencapai tingkat 180 mikrogram per-kubik meter, jauh di atas ambang batas yang hanya 80 mikrogram per-kubik meter.

Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya angin yang berhembus ditambah dengan suhu udara yang dingin yang mengakibatkan polutan tidak menyebar.

Menteri Lingkungan Philippe Martin membela keputusan pembatasan mobil tersebut dengan membandingkannya dengan keputusan serupa tahun 1997 yang dianggap berhasil mengurangi polusi. Namun para pecinta kendaraan, terutama dari Automobile Club Association, mengecam keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai “terburu-buru dan tidak efektif” dan “merangsang terjadinya kekacauan”.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*