vladivostokParis, LiputanIslam.com — Perancis kemungkinan akan menghancurkan dua kapal pengangkut helikopter pesanan Rusia atau menenggelamkannya ke dasar laut. Hal ini terkait dengan konflik Ukraina yang membuat hubungan Rusia dengan negara-negara Uni Eropa memburuk.

Mengutip laporan media Perancis Le Firago, hari Rabu (6/5), kantor berita Russia Today melaporkan bahwa pemerintah Perancis kemungkinan besar akan memilihkan untuk membatalkan kontrak pembelian kapal-kapal perang itu daripada memenuhi kontrak.

Perancis mendapat tekanan keras dari AS dan NATO untuk membatalkan kontrak pembelian kedua kapal perang senilai $1,25 miliar oleh Rusia setelah negara itu dituduh terlibat dalam konflik di Ukraina dengan membantu separatis.

Kapal pertama, Vladivostok, seharusnya dikirimkan bulan November tahun lalu, namun Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan pengiriman akan dilakukan ‘menunggu perkembangan selanjutnya’. Sementara kapal kedua seharusnya dikirim tahun depan.

“Di antara langkah-langkah yang tengah dipertimbangkan oleh pemerintah Perancis adalah kemungkinan kapal pengangkut helikopter itu dihancurkan, dibentuk ulang atau ditenggelamkan di dasar samudra,” tulis Le Firago dalam laporannya, mengutip keterangan pejabat militer Perancis.

Laporan itu menyebutkan bahwa pilihan menghancurkan kapal itu tidak bisa ditolak karena upaya-upaya yang dilakukan oleh pembuat kapal tersebut di Saint-Nazaire. Sementara pilihan membentuk ulang kapal tersebut merupakan pilihan yang sangat kecil karena biaya yang dibutuhkan sangat besar.

Sementara itu pemerintah Perancis, seperti disebutkan oleh Le Firago, tidak keberatan jika kapal itu dijual ke negara ketiga. Le Figaro menyebut beberapa calon pembeli potensial, di antaranya yaitu Kanada dan Mesir.

Presiden Rusia Vladimir Putin pernah mengataka bahwa Rusia hanya menginginkan uang muka yang telah diberikan untuk dikembalikan, dan Rusia memiliki kemampuan untuk membuat sendiri kapal sejenis.

Presiden Perancis Fracois Hollande mendukung pilihan mengganti kerugian kepada Rusia. Sementara Le Firago juga menyebutka akibat pembatalan kontrak sepihak itu Perancis terancam denda sebesar €300 juta,

“Canda yang baik adalah tepat, namun juga menghargai kontrak,” demikian keterangan kantor kepresidenan Rusia.

Sejumlah pebisnis dan politisi Perancis mengecam keputusan Perancis untuk tidak mengirimkan kapal pesanan Rusia itu, karena menghancurkan kredibilitas Perancis.

“Saya sangat tidak senang dengan fakta bahwa Perancis telah memutuskan untuk tidak mengirimkan kapal kelas Mistral itu ke Rusia,” kata Sanches Encerra, seorang anggota MPR Perancis.

Kontrak pembelian 2 kapal perang itu ditandatangani kedua negara tahun 2011. Kapal pertama, Vladivostok telah selesai dibuat tahun 2013 sedangkan kapal kedua, Sevastopol, direncanakan selesai tahun ini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL