Francois HollandeParis, LiputanIslam.com — Perancis adalah negera pertama yang melakukan intervensi di Libya dalam konflik yang menumbangkan pemimpin Libya Moammar Khadafi tahun 2011. Namun menghadapi konflik di Libya yang semakin memburuk saat ini, Perancis hanya bisa mendesak PBB untuk “berbuat sesuatu”.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Kamis (28/8), Presiden Perancis Francois Hollande menyerukan kepada PBB untuk memberikan “dukungan khusus” untuk Libya agar negara itu tidak jatuh ke dalam kekacauan.

“Terorisme akan meluas ke seluruh negeri,” kata Hollande tentang ancaman yang terjadi di Libya jika tidak ada intervensi PBB.

Komenternya itu datang sehari setelah Dewan Keamanan (DK) PBB menyerukan dilakukannya gencatan senjata antar kelompok-kelompok yang bertikai di Libya.

Perancis juga mengusulkan pemberian sanksi terhadap kelompok-kelompok yang terlibat dalam aksi-aksi kekerasan di Libya. Namun ia tidak menyebutkan kelompok mana yang dimaksud.

Pada tanggal 23 Agustus lalu, koalisi kelompok-kelompok militan terutama dari kelompok Islamis yang menamakan diri “Fajar Libya” berhasil merebut bandara internasional Tripoli setelah bertempur melawan kelompok militan nasionalis-sekuler yang didukung faksi-faksi militer.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL